Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Bikin Geram! Zionis Flexing Video Aktivis Disuruh Sujud Sambil Setel Lagu Kebangsaan: ‘Welcome to Israel’

Unggahan itu pun mendapat reaksi keras dari beberapa pemimpin negara. Bahkan, beberapa negara disebut memanggil Duta Besar Israel.

Tangkapan Layar Potret Kekerasan yang Dilakukan Menteri Israel Pada Aktivis Global Sumud Flotilla 2026.
Tangkapan Layar Potret Kekerasan yang Dilakukan Menteri Israel Pada Aktivis Global Sumud Flotilla 2026. (Akun X Itamar Ben-Gvir)

Menteri Israel Itamar Ben-Gvir sengaja mengunggah video kekerasan yang dilakukan tentara Israel kepada para aktivis Global Sumud Flotilla 2026.

Dalam video yang beredar di akun X Ben-Gvir, para aktivis terlihat berlutut dengan dahi di lantai serta tangan terikat tali.

“Welcome to Israel,”

tulis Ben-Gvir.

Melansir dari Al Jazeera, Kamis, 21 Mei 2026, unggahan Ben-Gvir itu juga dibumbui dengan lagu kebangsaan Israel berkumandang saat para aktivis diperlakukan tak manusiawi.

Iklan

Israel juga menangkap sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam misi GSF 2.0.

Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah para WNI mendapat kekerasan yang sama, seperti yang diunggah oleh menteri Israel tersebut.

Kutuk

Unggahan itu pun mendapat reaksi keras dari beberapa pemimpin negara. Bahkan, Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada, secara resmi telah memanggil Duta Besar Israel untuk menyatakan ‘kemarahan’ mereka atas perlakuan Israel terhadap aktivis armada Gaza yang diculik.

“Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia,”

kata Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam sebuah pernyataan di X.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mengecam Ben-Gvir bahwa yang dilakukan militer Israel sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, dan ia menyerukan pembebasan warga negara Prancis sesegera mungkin.

Sementara, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyebut insiden itu sangat mengkhawatirkan.

“Ini adalah masalah yang kami tangani dengan sangat, sangat serius. Ini adalah masalah perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bertindak dengan sangat mendesak,”

ujar Anand pada wartawan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.