Seorang perwira militer senior Iran mengatakan pada bahwa pertempuran dengan Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar tetap akan terjadi. Hal ini merespons reaksi Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa ia tidak puas dengan proposal negosiasi Iran.
Melansir dari France24, Rabu, 3 Juni 2026, Iran diketahui beberapa waktu lalu menyerahkan draf baru tersebut kepada mediator Pakistan, sebelum memilih untuk meninggalkan meja perundingan.
Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan,”
kata Trump yang menyalahkan kebuntuan pembicaraan tersebut karena adanya perselisihan di dalam kepemimpinan Iran.
AS Tak Berkomitmen dengan Janji
Dia menambahkan bahwa keputusan yang dihadapi AS hanya ada dua, pertama menghancurkan Iran habis-habisan atau mencoba membuat kesepakatan. Namun Trump memilih untuk tidak mengambil pilihan pertama.







