Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Negosiasi Mandek, Jenderal Iran Sebut Pertempuran Besar dengan AS Tak Terhindarkan

Iran diketahui beberapa waktu lalu menyerahkan draf baru kepada mediator Pakistan, sebelum memilih untuk meninggalkan meja perundingan.

Ilustrasi rudal Iran. (Sumber: X/Iran Mil Updates)
Ilustrasi rudal Iran. (Sumber: X/Iran Mil Updates)

Seorang perwira militer senior Iran mengatakan pada bahwa pertempuran dengan Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar tetap akan terjadi. Hal ini merespons reaksi Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa ia tidak puas dengan proposal negosiasi Iran.

Melansir dari France24, Rabu, 3 Juni 2026, Iran diketahui beberapa waktu lalu menyerahkan draf baru tersebut kepada mediator Pakistan, sebelum memilih untuk meninggalkan meja perundingan.

Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan,”

kata Trump yang menyalahkan kebuntuan pembicaraan tersebut karena adanya perselisihan di dalam kepemimpinan Iran.

AS Tak Berkomitmen dengan Janji

Dia menambahkan bahwa keputusan yang dihadapi AS hanya ada dua, pertama menghancurkan Iran habis-habisan atau mencoba membuat kesepakatan. Namun Trump memilih untuk tidak mengambil pilihan pertama.

Iklan

Pada Sabtu pagi, Mohammad Jafar Asadi, seorang tokoh senior di komando pusat militer Iran, mengatakan konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi.

Bukti telah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun,”

ujar Asadi.
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika (Dokumen istimewa)

Perang atau Damai Ada di Tangan AS

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi juga mengatakan kepada para diplomat di Teheran bahwa bola berada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan konfrontatif.

Iran siap untuk kedua jalur tersebut,”

jelas Gharibabadi.

Kepala kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, mengungkap hal senada. Ia berpendapat bahwa negaranya tidak pernah menghindari negosiasi, tetapi tidak akan melakukan pemaksaan terhadap syarat-syarat perdamaian.

Sementara itu, Gedung Putih menolak memberikan rincian tentang proposal terbaru Iran, tetapi situs berita Axios melaporkan bahwa utusan AS Steve Witkoff telah mengajukan amandemen terhadap proposal sebelumnya yang menempatkan program nuklir Teheran kembali di meja perundingan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.