Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Iran Raup Cuan Besar, 36 Juta Barel Minyak Diekspor Usai MoU Damai dengan AS

Pada 14 Juni, Iran dan AS mengumumkan telah mencapai kesepahaman 14 poin melalui mediasi Pakistan, yang bertujuan untuk mengakhiri perang.

Kapal tanker raksasa Iran
Kapal tanker raksasa Iran. (Foto: marinetraffic.com)

Menurut platform pelacakan kapal TankerTrackers, Iran mendapat keuntungan besar karena telah mengekspor 36 juta barel minyak mentah sejak nota kesepahaman dengan AS diumumkan.

Iran telah mengekspor 36 juta barel minyak mentah sejak 15 Juni 2026. Kira-kira jumlah yang sama masih tersimpan di Iran,”

tulis TankerTrackers, dikutip dari Middle East Monitor, Selasa, 23 Juni 2026.

14 Poin MoU Antara AS-Iran

Pada 14 Juni, Iran dan AS mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepahaman 14 poin melalui mediasi Pakistan, yang bertujuan untuk mengakhiri perang, serta menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi.

Memorandum tersebut mulai berlaku pada 18 Juni 2026, setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Iklan

Ketentuan-ketentuannya mencakup mengakhiri permusuhan di semua lini, termasuk di Lebanon, membuka kembali Selat Hormuz, dan mencabut blokade angkatan laut AS yang dikenakan pada Iran.

Ilustrasi perjanjian damai antara AS dan Iran.
Ilustrasi perjanjian damai antara AS dan Iran. (Foto: Istimewa/AI)

Dengan ekspor yang mencapai 36 juta barel dalam waktu singkat dan cadangan dalam jumlah serupa yang masih tersedia, Iran dinilai memperoleh ruang ekonomi yang lebih besar di tengah upaya normalisasi hubungan dengan AS serta pemulihan aktivitas perdagangan energinya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.