Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi pada Rabu, 29 Juli 2026, memerintahkan rapat darurat Dewan Menteri Keamanan Nasional menyusul serangan udara gabungan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi yang menghantam wilayah Irak pada hari sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Sel Media Keamanan Irak mengatakan al-Zaidi, yang juga menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak, memerintahkan dewan tersebut untuk segera bersidang.
“Sidang untuk membahas perkembangan situasi keamanan dan serangan udara yang dialami negara ini pada dini hari,”
kata Media Keamanan Irak, dikutip dari Anadolu Ajansi, Kamis, 30 Juli 2026.
Tunggu Hasil Rapat
Lembaga itu menyatakan pemerintah akan mengeluarkan pernyataan resmi yang lebih rinci mengenai perkembangan situasi serta keputusan yang diambil setelah rapat selesai.






