Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Sempat Beri Peringatan Warganya di Timur Tengah, Trump Batal Serang Iran Gegara Ini

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menelepon Donald Trump pada hari Sabtu, dan mendesak Trump membatalkan serangan ke Iran.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, (Foto: AI).
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, (Foto: AI).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini mengatakan telah membatalkan rencana serangan militer berskala besar terhadap Iran. Dia mengklaim bahwa garis besar kesepakatan telah disepakati.

Dilansir dari Aljazeera pada Minggu, 2 Agustus 2026, Trump mengumumkan keputusan tersebut melalui platform Truth Social miliknya pada Sabtu malam, atau sehari setelah media AS melaporkan bahwa Washington dan Israel sedang bersiap untuk menyerang infrastruktur energi Iran.

Trump mengatakan, keputusan ini diambil sebagai tanggapan atas permintaan dari Iran dan negara-negara Timur Tengah agar menunda serangan karena garis besar kesepakatan telah disepakati. Ia menyetujui permintaan tersebut dengan syarat kesepakatan itu segera dirampungkan.

Iklan

Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut akan membawa pembukaan total Selat Hormuz dan pengakhiran ancaman nuklir Iran.

Belum Ada Respons Iran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Foto: X/@GndemAnalizi)

Sementara itu, hingga saat ini belum ada tanggapan langsung dari Teheran. Sebelumnya pada Sabtu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat atau Israel akan mendapat respons yang sepadan.

Situs berita AS Axios melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menelepon Trump pada hari Sabtu, dan mendesak Trump membatalkan serangan serta kembali ke meja perundingan.

Trump sebelumnya mengatakan pada hari Jumat bahwa AS akan menyerang Iran dengan sangat keras.

Pada hari Sabtu, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga AS di 10 negara di kawasan tersebut. Pemerintah AS menghimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan meninggalkan wilayah tersebut seiring meningkatnya ketegangan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.