Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Diterpa Isu Lengser, Presiden Iran Tegaskan Tetap Pimpin Perjuangan

Pezeshkian juga membantah adanya perselisihan dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei maupun angkatan bersenjata.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (foto: wikipedia)

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah laporan yang menyebut dirinya telah mengajukan pengunduran diri di tengah eskalasi konflik militer dengan Amerika Serikat (AS).

Jika saya akan mengundurkan diri, saya akan mengumumkannya secara terbuka. Saya tidak akan mengundurkan diri, dan saya akan melanjutkan perjuangan,”

kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi dikutip dari Anadolu Ajansi, Selasa, 4 Agustus 2026.

Pezeshkian juga membantah adanya perselisihan dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei maupun angkatan bersenjata. Ia menegaskan bahwa mereka tetap kompak dalam bekerja sama.

Semua orang tahu bahwa jika terjadi perselisihan, angkatan bersenjata akan berdiri di pihak Khamenei,”

ujarnya.

Klaim Media Opisisi Iran

Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Foto: AI).
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Foto: AI).

Sebelumnya, sejumlah media oposisi Iran melaporkan bahwa Pezeshkian telah beberapa kali mengajukan pengunduran diri kepada Khamenei.

Iklan

Iran diketahui terlibat konflik dengan Amerika Serikat sejak Februari, ketika Washington dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan pesawat nirawak dan rudal ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata pada April lalu, dan kemudian menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni. Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri konflik militer dan membuka jalan menuju perdamaian yang lebih permanen.

Namun, nota kesepahaman tersebut runtuh bulan lalu setelah kedua pihak kembali saling melancarkan serangan selama hampir dua pekan. 

Serangkaian serangan itu akhirnya dihentikan secara tiba-tiba oleh Presiden AS Donald Trump di tengah munculnya laporan mengenai upaya perundingan untuk mengakhiri konflik.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.