Houthi, melalui kantor berita Saba, membantah tegas ada ancaman dari Yaman yang menargetkan Makkah atau tempat-tempat suci lain di Arab Saudi.
Sumber tersebut mengecam keras fabrikasi, penipuan, dan disinformasi oleh Saudi yang mengklaim bahwa Yaman merupakan ancaman bagi Makkah.
“Penyebaran laporan palsu bertujuan untuk mencemarkan nama baik Houthi dan menciptakan simpati di seluruh dunia Muslim, (ini) merupakan taktik lama yang sebelumnya digunakan oleh Arab Saudi,”
kata Houthi, dikutip dari Middle East Monitor, Kamis, 17 September 2026.
Pernyataan itu disampaikan setelah Badan Pertahanan Sipil Saudi pada Rabu, 16 September 2026, mengeluarkan peringatan tentang ancaman di Khamis Mushait, Abha, Taif, Mekah, dan Jeddah terkait serangan Houthi.
Kemudian, Pertahanan Sipil mengumumkan bahwa ancaman telah berlalu di semua wilayah yang disebutkan, dan mendesak warga untuk terus mengikuti instruksi mereka, menghindari perkumpulan dan pengambilan gambar, serta menghubungi layanan darurat di 911 jika diperlukan.
Dalam beberapa hari terakhir, Houthi—kelompok politik dan militer bersenjata asal Yaman—dilaporkan melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap sejumlah kota serta infrastruktur Saudi. Pasukan Saudi merespons dengan melancarkan serangan terhadap posisi Houthi di Yaman.






