Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin negara-negara Teluk di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan depan.
Merujuk laporan Axios, dikutip Kamis, 17 September 2026, pertemuan akan membahas perkembangan perang dengan Iran dan strategi setelah konflik berakhir.
Pertemuan tersebut diperkirakan dihadiri pemimpin atau menteri luar negeri negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk/Gulf Cooperation Council (GCC), yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman. Kemarin, Departemen Luar Negeri AS disebut telah mengirim undangan awal.
Pembahasan diperkirakan berfokus pada gagasan Amerika Serikat mengenai strategi pascaperang. Pemerintahan Trump saat ini menyusun rencana untuk periode setelah konflik, yang diperkirakan rampung setelah pemilihan paruh waktu AS.
Pertemuan itu berlangsung ketika negara-negara Teluk menghadapi peningkatan serangan Iran dan kelompok Houthi yang didukung Iran. Serangan tersebut turut mengganggu aktivitas energi dan menekan ekspor minyak serta gas di kawasan.
Negara-negara Teluk juga menjadi lokasi sejumlah pangkalan militer AS dan mengalami dampak ekonomi akibat gangguan terhadap ekspor energi selama konflik.
Harapan
Trump berharap perang dengan Iran segera berakhir. Ia juga kembali menyatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Reuters melaporkan pernyataan tersebut disampaikan ketika perang memasuki bulan ketujuh dan belum menunjukkan penyelesaian langsung.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga disebut ingin bertemu Trump di New York. Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada jadwal pertemuan yang dikonfirmasi.
Pertemuan Trump dengan para pemimpin Teluk mengingatkan pada pertemuan serupa dalam Sidang Umum PBB tahun lalu. Saat itu Trump bertemu pemimpin dari delapan negara Arab dan Muslim untuk membahas rancangan rencana perdamaian Gaza.
Pertemuan mendatang berpotensi diperluas dengan melibatkan pemimpin negara Arab dan muslim lain, menurut laporan Axios.






