Ukraina melancarkan serangan dron (drone) secara besar-besaran di ibu kota Rusia dan sekitarnya saat pemungutan suara pemilihan parlemen memasuki hari terakhir.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan lebih dari 1.900 dron, delapan bom udara berpemandu, delapan rudal jelajah, dan empat roket ditembak jatuh semalam. 

Jumlah tersebut menjadikan serangan itu sebagai serangan terbesar Ukraina, meskipun Kiev tidak mengkonfirmasi jumlah pasti dron dan proyektil yang ditembakkan.

Melansir dari CNN Internasional, Senin, 21 September 2026, setidaknya tiga orang tewas dan sebuah kilang minyak utama di wilayah Moskow rusak.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengaitkan serangan itu dengan pemungutan suara dan mengatakan bahwa serangan itu jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilihan.

“Musuh tidak berhasil,”

kata dia.

Hari Minggu adalah hari ketiga dan terakhir pemilihan parlemen pertama Rusia sejak invasi skala penuh ke Ukraina dimulai pada tahun 2022. Tanpa ada oposisi yang kredibel, Partai Rusia Bersatu, yang mendukung Presiden Vladimir Putin, diperkirakan akan menang.

Konfirmasi Serangan

Di lain sisi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun memuji serangan terhadap Rusia dalam sebuah pernyataan di Telegram, tetapi ia tidak menyebutkan pemilu. 

Di antara daerah yang melakukan pemungutan suara adalah empat wilayah Ukraina yang secara ilegal dianeksasi oleh Rusia tetapi belum sepenuhnya berada di bawah kendali Kremlin.

“Respons jarak jauh kami berdampak sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam,”

ujar Zelensky.

Ia menambahkan bahwa fasilitas yang menjadi sasaran menghasilkan miliaran dolar yang menopang mesin perang.

Staf Umum Ukraina kemudian juga mengatakan bahwa target utama serangan itu adalah Kilang Minyak Gazpromneft-Moskow di distrik Kapotnya, ibu kota Rusia. Fasilitas tersebut merupakan salah satu kilang terbesar di negara itu dalam hal volume.

Serangan itu terjadi ketika Zelensky terus mendorong pengadaan lebih banyak rudal pencegat Patriot di tengah pembicaraan AS yang sedang berlangsung dengan Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri perang.

Zelensky berbicara dengan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu dan mengatakan mereka telah melakukan “percakapan penting”, serta telah sepakat untuk bertemu di New York saat Sidang Umum PBB berlangsung.

Serangan Besar-besaran

Sobyanin, Wali Kota Moskow, mengatakan bahwa sekitar 450 dron yang mendekati ibu kota ditembak jatuh.

“Meskipun demikian, beberapa dron mencapai wilayah Kilang Minyak Moskow, dan satu dron menghantam sebuah bangunan tempat tinggal,”

kata dia.

Gubernur wilayah Moskow Raya, Andrey Vorobiev, mengatakan tiga orang tewas yakni dua orang dalam serangan dan satu orang meninggal kemudian di rumah sakit. Ia mengatakan 20 orang lainnya, termasuk tiga anak, terluka dalam serangan semalam. Sementara, sembilan orang terluka di wilayah Belgorod di Rusia selatan.