Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Iran Masih Genggam ‘Gembok’ Selat Hormuz, Tuntut AS Tepati Janji

Washington dan Teheran bersepakat menetapkan penghentian operasi militer dan pengaturan untuk membuka kembali Selat Hormuz, namun gagal.

Ilustrasi Iran masih kunci Selat Hormuz.
Ilustrasi Iran masih kunci Selat Hormuz. (Dibuat oleh AI)
Ringkasan beritaCek poin
  1. Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup untuk jalur navigasi minyak dan gas dunia.
  2. Jalur pelayaran strategis tersebut kembali terkunci setelah kesepakatan penghentian operasi militer runtuh.
  3. Penutupan jalur air vital ini merupakan buntut dari serangan militer AS dan Israel kepada Iran.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Galibaf mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmen yang dibuat berdasarkan perjanjian yang dibuat pada Juni lalu dan memenuhi persyaratan Teheran.

Dalam pidato di parlemen, merujuk tayangan stasiun televisi milik negara, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Bagher menegaskan bahwa Iran telah menyampaikan syarat-syarat kepada pihak AS.

“Musuh sangat menyadari bahwa jalan penipuan dan pemaksaan sepihak telah tertutup. Sampai kondisi ini terpenuhi, hak-hak sah bangsa Iran diakui, dan komitmen Amerika dipenuhi, tidak akan ada peluang untuk kembali ke keadaan negosiasi sebelumnya atau untuk pembukaan kembali Selat Hormuz,”

kata Bagher, dikutip dari Middle East Monitor, Senin, 21 September 2026.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang mendorong Teheran untuk membalas dengan serangan terhadap negara-negara di kawasan tersebut yang menampung aset militer AS.

Iklan

Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur air terpenting di dunia untuk pengiriman minyak dan gas. Juni lalu, Washington dan Teheran bersepakat menetapkan penghentian operasi militer dan pengaturan untuk membuka kembali Selat Hormuz untuk navigasi.

Kesepakatan itu kemudian runtuh di tengah perbedaan pendapat antara kedua pihak mengenai pengaturan navigasi dan keamanan di jalur perairan strategis tersebut.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.