Keputusan Amerika Serikat (AS) menolak memberikan visa terhadap delegasi Palestina untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York kembali memunculkan reaksi keras dari Hamas.
Kelompok tersebut jelas mengecam keputusan pemerintah AS dan menyebutkan sebagai pelanggaran secara terang-terangan.
Keputusan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap konvensi dan perjanjian internasional yang mengatur operasional markas besar PBB, sekaligus kelanjutan dari kebijakan keberpihakan penuh AS terhadap pendudukan Zionis,”
kata juru bicara Hamas Hazem Qassem dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Anadolu Ajansi, Selasa, 22 September 2026.
Pembatasan Berulang

Bukan hanya kali ini, pembatasan tersebut berlangsung selama dua tahun berturut-turut. Pada 2025, Washington menolak memberikan visa kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan sejumlah pejabat lainnya untuk menghadiri pertemuan PBB sehingga Abbas terpaksa berpartisipasi melalui sambungan video.







