Komandan militer senior Houthi Yaman memperingatkan Arab Saudi bahwa serangan dan blokade terhadap Yaman dapat memicu serangan terhadap infrastruktur energi di dalam wilayah kerajaan yang berpotensi menghancurkan perekonomiannya.
Dalam pesan bersama, para pemimpin politik dan militer senior Houthi menyatakan pasukannya akan melanjutkan operasi militer terhadap Arab Saudi. Mereka mengklaim rudal balistik dan drone tempur Yaman mampu menjangkau lokasi yang menjadi tempat perlindungan pejabat Saudi.
Kesalahan sekecil apa pun yang Anda lakukan akan berakibat fatal,”
kata para pemimpin Houthi, dikutip dari Middle East Eye, Selasa, 22 September 2026.
Konflik Bertahun-tahun

Diketahui, Houthi dan Arab Saudi telah terlibat dalam konflik bersenjata selama bertahun-tahun.
Arab Saudi memimpin koalisi militer yang melakukan intervensi di Yaman pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional setelah Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara, termasuk ibu kota Sanaa.
Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi perang berkepanjangan yang melibatkan serangan udara koalisi pimpinan Saudi dan serangan rudal serta drone Houthi ke wilayah Saudi. Serangan Houthi sebelumnya juga menyasar fasilitas energi dan infrastruktur penting Arab Saudi.
Ketegangan kedua pihak sempat menurun setelah Arab Saudi dan Houthi menjalani proses deeskalasi dan perundingan tidak langsung. Namun, konflik regional dan perkembangan perang di kawasan kembali meningkatkan risiko konfrontasi antara kedua pihak.






