Inggris menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan militer kepada Arab Saudi dalam perjuangannya melawan milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, pihaknya akan mengambil bagian dalam pengisian bahan bakar pesawat di Udara untuk keperluan militer Arab Saudi.

Arab Saudi dan Yaman adalah mitra lama Inggris dan memainkan peran penting dalam stabilitas regional,”

kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CBS News, Rabu, 23 September 2026.

Solidaritas dari Blokade Iran

Jalur Selat Hormuz kembali dibuka untuk semua kapal yang melintas.
Ilustrasi jalur Selat Hormuz kembali dibuka untuk semua kapal. (Foto: Istimewa/AI).

Diketahui, kelompok Houthi memiliki permusuhan yang sudah berlangsung lama dengan Arab Saudi, yang kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir setelah gencatan senjata selama empat tahun.

Kelompok Houthi mengumumkan bahwa mereka akan mulai menargetkan kapal tanker minyak berbendera Saudi yang melintasi Selat Bab el-Mandeb dari Laut Merah sebagai bentuk solidaritas dengan blokade Iran terhadap Selat Hormuz.

Serangan yang semakin meluas itu diikuti oleh serangan militer kilat pekan lalu, merebut wilayah baru dari pasukan pemerintah di Yaman barat dan menguasai kota pesisir penting Mokha.Kelompok Houthi juga semakin sering menargetkan infrastruktur energi di Arab Saudi.

Merupakan kepentingan Inggris untuk melindungi stabilitas regional, melindungi perdagangan dan pasokan energi yang vital, serta mendorong penyelesaian diplomatik terhadap konflik di Yaman,”

ujar Kementerian Pertahanan.

Inggris Sediakan Rudal

IRGC Iran luncurkan rudal balistik.
IRGC Iran luncurkan rudal balistik. (Foto: WANA).

Selain itu, Inggris telah menyediakan sistem pertahanan rudal untuk Arab Saudi, sebagian besar untuk mencegah serangan Iran, sementara AS adalah pendukung utama Arab Saudi.

Tidak hanya itu, Pakistan dan Turki baru-baru ini menandatangani pakta pertahanan dengan Arab Saudi yang dapat menyebabkan keterlibatan mereka dalam perang tersebut.