Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara mengenai konflik antara Washington dan Teheran di Majelis Umum PBB. Trump mengatakan ia bisa menghancurkan Iran sambil memprediksi pemimpin Iran akan membuat kesepakatan untuk mengakhiri perang setelah pemilihan paruh waktu AS.
Trump juga menggambarkan pendekatannya terhadap kebijakan luar negeri selama dua tahun pertama masa jabatannya yang diklaim sebagai upaya mengerahkan kekuatan AS menyelesaikan tantangan sulit yang telah berlangsung beberapa dekade dan gagal diatasi pemimpin AS sebelumnya.
Saya tidak percaya membiarkan masalah berlarut-larut. Masalah hanya akan semakin sulit dipecahkan. Jadi, sementara orang lain hanya berbicara, saya telah bertindak,”
kata Trump dalam pidatonya, dikutip dari CBS News, Rabu, 23 September 2026.
Membenarkan Perang dengan Iran

Selain itu, Trump membenarkan keputusannya untuk memulai perang dengan Iran, dengan menggambarkannya sebagai upaya untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.
Setelah menceritakan persiapan perang dan negosiasi yang gagal untuk mengakhiri pertempuran selama beberapa bulan terakhir, Trump mengatakan bahwa ia memiliki keputusan besar yang harus diambil.
Akankah kesepakatan tercapai dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya, mungkin salah satu yang terhebat di Timur Tengah atau bahkan di dunia? Atau haruskah saya memusnahkan Republik Islam dan melakukannya dengan cepat, tanpa memberi mereka kesempatan untuk membunuh dan menghancurkan orang dan negara lagi? Apakah saya akan menjerumuskan mereka ke neraka tanpa peluang untuk bertahan hidup dan tanpa harapan akan kebesaran atau generasi mendatang?”
ujarnya.
Trump Pede Kesepakatan Terjadi

Meski demikian, Trump yakin bahwa pihaknya akan mencapai kesepakatan, tepat setelah pemilihan. Sebab, menurutnya, tidak masuk akal bagi Iran untuk mengulur kesepakatan damai.
Kemudian pada Selasa, Trump mengindikasikan bahwa menantunya, Jared Kushner, dan utusan khusus AS, Steve Witkoff, bertemu dengan pihak Iran di sela-sela Sidang Umum PBB.
Ia mengatakan bahwa mereka mengadakan pertemuan yang sangat baik.
Dan kita akan lihat bagaimana hasilnya,”
tuturnya.
Pidato yang berlangsung sekitar 35 menit itu disampaikan sebelum Trump dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin dunia lainnya di sela-sela pertemuan tahunan PBB, termasuk Perdana Menteri Inggris dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Trump juga sedang menangani beberapa konflik internasional yang sedang berlangsung di luar perang dengan Iran, yang akan memasuki bulan ketujuhnya minggu depan.
Presiden Trump juga berupaya untuk menyelesaikan rencana perdamaian untuk Jalur Gaza antara Israel dan Hamas, dan telah berjuang untuk mengakhiri invasi Rusia ke Ukraina.






