Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Indonesia atas kontribusinya dalam upaya menstabilkan situasi di Gaza, Palestina. 

Dalam pidatonya pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81, Trump menyebut Indonesia bersama sejumlah negara lain yang disebutnya telah mengerahkan personel kepolisian dan memberikan pelatihan untuk mendukung proses stabilisasi Gaza. 

Saya juga ingin berterima kasih kepada mereka yang telah mengerahkan pasukan polisi dan pelatihan untuk membantu menstabilkan Gaza, termasuk Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, Yordania, dan banyak lagi,”

kata Trump dalam pidatonya, dikutip dari situs resmi pemerintah AS, Kamis, 24 September 2026.

Pilihan EditorNatania Longdong

Presiden Iran Balas Ancaman Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Menjelaskan rencana tersebut, Trump menyampaikan bahwa upaya stabilisasi Gaza merupakan bagian dari rencana perdamaian yang terdiri atas 20 poin. Rencana itu mencakup kerangka bagi stabilisasi, rekonstruksi, dan tata kelola Gaza.

Dalam pidatonya, Trump juga menyinggung pembentukan Dewan Perdamaian yang menurutnya memiliki peran penting dalam pelaksanaan rencana tersebut. Ia mengatakan hampir 30 negara telah bergabung dalam badan itu.

Selain dukungan untuk stabilisasi, Trump menyampaikan apresiasi kepada negara-negara yang disebutnya telah memberikan bantuan kemanusiaan dan dukungan untuk pembangunan kembali Gaza. 

Ia menyebut Qatar, Kuwait, Kazakhstan, Arab Saudi, Turki, Uzbekistan, serta sejumlah negara lainnya.

Uang itu langsung sampai ke sumbernya, tepat di tempat mereka membutuhkannya, dan mereka sangat membutuhkannya,”

ujar Trump.

Lebih lanjut, Trump mengaitkan upaya perdamaian Gaza dengan sejumlah konflik lain yang menurutnya berhasil dihentikan sejak ia menjabat sebagai presiden. Ia mengklaim telah membantu menyelesaikan delapan perang dan konflik.

Alasan saya mampu menyelesaikan transaksi-transaksi ini adalah karena saya memanfaatkan relasi-relasi yang saya miliki,”

imbuh Trump.