Serangan udara militer Arab Saudi di Taiz, Yaman barat daya, menewaskan tujuh orang sipil dan melukai puluhan lainnya. Hal itu disampaikan oleh media Houthi pada Minggu, 27 September 2026.
Saluran TV Al-Masirah milik Houthi yang didukung Iran mengatakan serangan itu menewaskan tujuh orang dan melukai 40 lainnya di pusat pasar di Taiz, beberapa menit setelah melaporkan bahwa jet tempur Saudi telah menargetkan daerah tersebut.
Setelah bertahun-tahun relatif tenang, perang Yaman kembali berkobar pada Juli lalu, di tengah meluasnya perang di Timur Tengah.
Melansir dari The New Arab, Senin, 28 September 2026, pertempuran semakin intensif pada September ketika Houthi melancarkan serangan kilat yang membuat mereka merebut seluruh pantai Laut Merah Yaman, termasuk Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran yang vital.
Blokade Ekspor Energi Arab Saudi

Secara paralel, Houthi telah melancarkan blokade terhadap ekspor energi Arab Saudi, yang sudah terhambat oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Pada Sabtu, 26 September 2026, Arab Saudi juga telah mencegat dua drone Houthi yang menuju ke arah ibu kota Riyadh.
Sekolah-sekolah di Riyadh bahkan beralih ke pembelajaran jarak jauh selama seminggu, tanpa Kerajaan memberikan alasan spesifik.
Garis Depan Pertempuran

Taiz, sebuah kota besar yang dikendalikan oleh pemerintah yang diakui secara internasional, telah menjadi garis depan pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah.
Perang Yaman meletus pada tahun 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dari pemerintah yang didukung Arab Saudi, sebelum kemudian menguasai sebagian besar wilayah utara negara itu.
Meskipun mendapat dukungan dari Arab Saudi, pasukan pemerintah Yaman belum mampu memukul mundur serangan terbaru Houthi.
Meskipun demikian, juru bicara Houthi, Yahya Saree, melaporkan bahwa angkatan udara Saudi melancarkan 27 serangan yang menargetkan provinsi Taiz, Marib, Saada, Amran, Ibb, dan Hajjah.






