Setelah penerbangannya mendapat pembatasan dari Amerika Serikat (AS), Iran resmi mengajukan pengaduan kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Hal itu disampaikan oleh kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, pada Senin, 28 September lalu.
Abuzar Shiroudi mengatakan kepada kantor berita resmi Iran, IRNA, bahwa Teheran telah menyerahkan dokumen pendukung pengaduannya dan tengah menempuh upaya hukum, serta diplomatik untuk mencabut pembatasan tersebut dan memulihkan rute penerbangan yang sebelumnya beroperasi.
Penerbangan langsung ke sejumlah negara Eropa menghadapi pembatasan. Para pelancong kini menggunakan penerbangan transit melalui hub regional, terutama Istanbul, sebagai alternatif,”
kata Shiroudi, dikutip dari Middle East Monitor, Selasa, 29 September 2026.
Negara Arab Ikut Menangguhkan

Irak, Azerbaijan, Georgia, Oman, dan Uni Emirat Arab juga baru-baru ini menangguhkan penerbangan dari dan menuju Iran menyusul penerapan sanksi baru AS terhadap sektor penerbangan Iran.
Iran dan Irak pun mengadakan pembicaraan mengenai pengoperasian penerbangan antara Teheran dan Najaf, alih-alih rute Teheran–Baghdad. Namun, penerbangan Teheran–Najaf tersebut kemudian juga dibatalkan.






