Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghubungi Presiden Prabowo Subianto melalui sambungan telepon pada Senin, 28 September 2026. Keduanya membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia-Turki, termasuk kerja sama di sektor perdagangan dan industri pertahanan.

Dalam keterangan Direktorat Komunikasi Republik Turki, Erdogan dan Prabowo juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global.

Para pemimpin membahas hubungan bilateral Turki-Indonesia serta isu-isu regional dan global,”

demikian pernyataan resmi Turki, dikutip Selasa, 29 September 2026.

Solidaritas RI-Turki

Bendera Turkiye. (Sumber: Unsplash/Ahmet Demiroğlu)
Bendera Turkiye. (Sumber: Unsplash/Ahmet Demiroğlu)

Erdogan menyatakan solidaritas kedua negara di tingkat internasional perlu dipertahankan karena dinilai dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan Turki. 

Menurut dia, hubungan bilateral juga perlu diperluas ke berbagai bidang, dengan perdagangan dan industri pertahanan menjadi sektor yang mendapat perhatian khusus.

(Turki) akan terus mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut,”

kata Erdogan dalam pernyataan tersebut.

Dorongan memperkuat kerja sama industri pertahanan menjadi salah satu poin penting dalam pembicaraan kedua kepala negara. 

Pemerintah Turki menyatakan akan terus mengambil langkah untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia di sektor tersebut, selain perdagangan.

Undangan KTT COP31

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Sumber: KSP)
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (Sumber: KSP)

Dalam pembicaraan itu, Erdogan juga menyampaikan undangan kepada Prabowo untuk menghadiri KTT Pemimpin COP31 yang akan digelar di Antalya, Turki, pada November mendatang.

Undangan tersebut menambah agenda hubungan bilateral kedua negara di tengah pembahasan yang tidak hanya mencakup kerja sama ekonomi dan pertahanan, tetapi juga isu global terkait perubahan iklim.

COP31 merupakan konferensi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa yang akan berlangsung di Antalya pada November 2026. 

Turki dijadwalkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi tersebut, dengan agenda pembahasan mengenai aksi iklim dan implementasi komitmen negara-negara dalam menghadapi perubahan iklim.