Pasukan Houthi yang didukung Iran memperingatkan semua perusahaan penerbangan sipil bahwa wilayah udara Arab Saudi tidak aman.
Kelompok tersebut juga mengancam akan menyerang kerajaan seiring meningkatnya bentrokan antara pasukan Houthi dan pemerintah Yaman.
“Sebagai akibat dari agresi Saudi terhadap negara kami melalui pesawat terbangnya, dan karena keprihatinan terhadap keamanan dan keselamatan penerbangan sipil dan nyawa manusia, (Houthi) mengeluarkan peringatan kepada semua maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah udara Saudi, karena tidak aman,”
kata Pusat Koordinasi Operasi Kemanusiaan, sebuah entitas yang berafiliasi dengan pasukan Houthi, dikutip dari Roya News, Senin, 5 Oktober 2026.
Operasi
Ditambahkan pula bahwa wilayah udara Saudi akan menjadi medan operasi perang bagi angkatan bersenjata Houthi. Houthi juga telah menargetkan tangki penyimpanan bahan bakar milik raksasa minyak Saudi, Aramco, di dekat bandara Riyadh dua minggu lalu, dan menyebabkan kebakaran besar.
Koalisi pimpinan Saudi mengatakan bahwa 100 jet tempur mereka telah berpartisipasi dalam operasi militer “Fajar Yaman” yang sedang berlangsung melawan Houthi. Bahkan mengklaim 324 target bernilai tinggi telah dihancurkan sejak operasi dimulai.
Dalam pernyataan terpisah, disebutkan bahwa mereka memberikan dukungan selama 24 jam kepada pasukan pemerintah Yaman di darat dan perlindungan udara untuk Selat Bab el-Mandeb.






