Seorang anggota parlemen Iran mengatakan pada Minggu, 4 Oktober 2026, bahwa Teheran berupaya mendorong harga minyak global di atas US$110 per barel.
Negara tersebut juga memperingatkan bahwa jika Iran tidak dapat mengekspor minyak dan produk petroleum dari kawasan tersebut, negara-negara lain juga tidak akan diizinkan untuk melakukannya.
Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mendorong harga minyak global di atas ambang batas US$110,”
kata Sekretaris Komite Energi Parlemen Abdolhossein Hemmati, dikutip dari Iran Inteenational, Senin, 5 Oktober 2026.
Situasi Regional Buka Peluang

Ia menambahkan bahwa kondisi regional memberikan ruang bagi harga minyak untuk naik lebih jauh.
Hemmati mengatakan bahwa pasar minyak global sangat sensitif terhadap perkembangan politik dan keamanan di kawasan tersebut, dan gangguan apa pun terhadap jalur transportasi energi dapat mendorong harga naik jadi lebih tinggi.
Ia pun menunjuk pada perkembangan di Yaman dan ancaman terhadap fasilitas dan infrastruktur minyak regional sebagai faktor yang meningkatkan kekhawatiran atas pasokan.
Pembatasan lalu lintas kapal tanker atau meningkatnya ketidakamanan di Selat Hormuz juga akan meningkatkan risiko pasar.
Jika Iran tidak mampu mengekspor minyak dan produk petroleumnya dari wilayah ini, negara lain pun tidak akan diizinkan untuk mengekspor melalui jalur ini,”
ujar Hemmati.






