Arab Saudi diam-diam menunda rencana pembangunan salah satu stadion paling ambisius untuk Piala Dunia FIFA 2034, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. 

Melansir dari The New Arab, Senin, 5 Oktober 2026, penundaan ini terjadi setelah pembangunan proyek futuristik yang akan menjadi lokasi stadion tersebut mengalami serangkaian penundaan dan pengurangan skala.

Stadion NEOM dirancang sebagai arena yang dibangun di atas struktur baja dan kaca sepanjang 100 mil (160 km) yang mewah, dikenal sebagai The Line. Proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan yang lebih luas bernama NEOM.

Proyek Visi 2030

Cape Verde jadi tim kejutan di Piala Dunia 2026
Cape Verde jadi tim kejutan di Piala Dunia 2026 (Foto: FIFA)

NEOM diperkenalkan sekitar satu dekade lalu sebagai salah satu proyek utama dalam Visi 2030 yang digagas penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Program tersebut bertujuan mendiversifikasi ekonomi kerajaan dan mengurangi ketergantungan pada minyak.

Yasir Al-Rumayyan, Gubernur Dana Investasi Publik (PIF), pemilik NEOM, mengonfirmasi pada April lalu bahwa The Line bukan lagi menjadi prioritas. Ia mengatakan proyek tersebut tidak penting sebelum 2030, yang sebelumnya ditetapkan sebagai target penyelesaian fase pertama. Namun, ia membantah bahwa ada proyek yang telah dibatalkan.

Kini, menurut dua sumber, rencana pembangunan Stadion NEOM telah ditunda tanpa batas waktu. Penundaan tersebut terjadi ketika Arab Saudi menghadapi tekanan yang semakin besar akibat meningkatnya eskalasi konflik dengan Iran. 

Gangguan terhadap pengiriman energi dan kerusakan infrastruktur penting menambah tekanan terhadap kerajaan, sementara Riyadh juga menghadapi serangan dari kelompok Houthi yang didukung Iran.

Sementara itu, Kementerian Olahraga Arab Saudi mengarahkan pertanyaan mengenai proyek tersebut kepada Otoritas Tinggi Penyelenggara Piala Dunia 2034.

Pihak berwenang mengatakan bahwa penyelesaian substansial dari tahapan konstruksi untuk acara tersebut sudah berlangsung. Namun, mereka tidak menjawab pertanyaan mengenai Stadion NEOM maupun biayanya dan hanya membagikan gambar beberapa stadion lain yang sedang dibangun.

ilustrasi helikopter Aramco di Arab Saudi.
ilustrasi helikopter Aramco di Arab Saudi. (Foto: AI).

Bernilai Puluhan Miliar Dolar

Diketahui, Riyadh sedang mengembangkan 15 venue untuk Piala Dunia 2034. Piala Dunia 2034 dipandang sebagai ajang penting bagi Arab Saudi. Di bawah program Visi 2030, kerajaan tersebut telah menggelontorkan investasi besar melalui dana kekayaan negara PIF untuk mengembangkan berbagai sektor, termasuk olahraga.

Turnamen tersebut akan menjadi kali pertama sebuah negara tunggal menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan format yang diperluas menjadi 48 tim. Riyadh juga berencana membangun atau merenovasi 15 venue di lima kota, selain puluhan fasilitas pelatihan.

MEED Projects, platform intelijen pasar industri konstruksi yang berbasis di Dubai dan memiliki tim analis yang melacak tender serta proyek di kawasan tersebut, memperkirakan total nilai proyek-proyek itu mencapai US$22,7 miliar.

Menurut MEED, Stadion NEOM diperkirakan menelan biaya US$2,5 miliar. Dalam datanya, MEED mencantumkan stadion berkapasitas 46.000 penonton tersebut sebagai proyek yang “ditangguhkan”.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa stadion itu belum memiliki tanggal penyelesaian. Sementara itu, stadion dan fasilitas lainnya berada dalam berbagai tahap pengembangan, dengan penyelesaian yang diperkirakan berlangsung antara 2026 dan 2033.

Tekanan Fiskal Meningkat

Penundaan Stadion NEOM juga terjadi ketika Arab Saudi menghadapi tekanan fiskal yang semakin besar. Pekan lalu, Kementerian Keuangan mengatakan pihaknya memperkirakan defisit fiskal tahun ini akan lebih besar dari proyeksi sebelumnya. 

Ekonomi kerajaan juga diperkirakan mengalami kontraksi PDB riil sebesar 3,6 persen menyusul penurunan aktivitas sektor minyak.

Di tengah kondisi tersebut, meningkatnya eskalasi dengan Iran berpotensi semakin memperumit agenda investasi besar-besaran Riyadh di bawah Visi 2030.

Meski pemerintah Saudi tetap menyatakan komitmennya terhadap proyek-proyek Piala Dunia 2034, penundaan Stadion NEOM menambah indikasi bahwa sejumlah proyek ambisius kerajaan sedang dikaji ulang dari sisi skala, prioritas, dan waktu pengerjaannya.