Maskapai penerbangan internasional telah menangguhkan penerbangan ke Arab Saudi menyusul meningkatnya serangan Houthi dan ancaman terhadap bandara di seluruh kerajaan.
Gangguan ini terjadi setelah serangkaian serangan di bandara utama Riyadh selama akhir pekan, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang, dan memaksa pihak berwenang untuk menutup sementara Bandara Internasional King Khalid.
Kelompok Houthi telah memperingatkan bahwa bandara-bandara Saudi tetap menjadi target potensial, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap perjalanan udara internasional.
Iklan
Setop Layanan hingga Akhir Oktober
Serangan Houthi sasar bandara di Arab Saudi. (Foto: Istimewa).
Beberapa maskapai pun telah menangguhkan layanan hingga pertengahan Oktober, sementara yang lain telah memperpanjang pembatalan hingga akhir bulan.
Lalu, maskapai penerbangan mana saja yang telah menangguhkan penerbangan ke Arab Saudi?
Beberapa maskapai penerbangan internasional besar telah menangguhkan penerbangan ke Riyadh, sementara yang lain telah membatalkan layanan tertentu ke Jeddah dan Dammam.
Melansir dari The New Arab, Senin, 12 Oktober 2026, Lufthansa Group telah menangguhkan penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober, sementara Air France-KLM telah menghentikan layanan ke ibu kota Saudi hingga akhir Oktober.
Flydubai: Semua penerbangan ke dan dari Riyadh dibatalkan hingga 14 Oktober.
Air India: Layanan ke Riyadh ditangguhkan hingga 15 Oktober.
Air India Express: Penerbangan ke Riyadh ditangguhkan hingga 14 Oktober.
SriLankan Airlines: Layanan ke Riyadh ditangguhkan hingga 18 Oktober.
Etihad Airways: Sejumlah penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh, Jeddah, serta Dammam dibatalkan antara tanggal 11 dan 13 Oktober.
Emirates: Penerbangan antara Dubai dan Riyadh, Jeddah, serta Dammam terpengaruh oleh pembatalan pada hari Senin, 12 Oktober.
Air Arabia: Pembatalan dan perubahan jadwal yang memengaruhi rute ke Arab Saudi.
Qatar Airways dan Kuwait Airways: Penerbangan ke Riyadh dibatalkan.
Meski demikian, pembatalan tersebut tidak berarti penghentian total penerbangan internasional ke Arab Saudi, karena beberapa bandara terus beroperasi meskipun terjadi gangguan yang signifikan.