Bandara Internasional King Khalid di Arab Saudi akan tetap ditutup menyusul serangan yang menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Serangan tersebut merupakan yang terbaru dalam rangkaian serangan mematikan yang menargetkan pusat transportasi di Riyadh.
Berdasarkan pemberitahuan kepada misi penerbangan (Notice to Airmen/NOTAM) yang dikeluarkan otoritas penerbangan Saudi, penutupan bandara diperpanjang hingga keterangan lebih lanjut. Sejumlah penerbangan juga dibatalkan atau dialihkan, sementara pihak berwenang menilai kerusakan yang terjadi di bandara.
Melansir dari The New Arab, Senin, 12 Oktober 2026, koalisi pimpinan Arab Saudi menyalahkan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran atas serangan yang terjadi pada Sabtu, 9 Oktober. Korban tewas terdiri atas empat warga negara Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.






