Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Penutupan Bandara King Khalid Diperpanjang Usai Diserang Houthi

Jubir Militer Houthi. Yahya Saree, mengatakan bandara-bandara lain disebut sebagai target potensial dan lokasi operasi oleh pasukannya.

Mobil-mobil melintas di depan gerbang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, September 2026.
Mobil-mobil melintas di depan gerbang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, September 2026. (assets.maestronewsroom.com)

Bandara Internasional King Khalid di Arab Saudi akan tetap ditutup menyusul serangan yang menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Serangan tersebut merupakan yang terbaru dalam rangkaian serangan mematikan yang menargetkan pusat transportasi di Riyadh.

Berdasarkan pemberitahuan kepada misi penerbangan (Notice to Airmen/NOTAM) yang dikeluarkan otoritas penerbangan Saudi, penutupan bandara diperpanjang hingga keterangan lebih lanjut. Sejumlah penerbangan juga dibatalkan atau dialihkan, sementara pihak berwenang menilai kerusakan yang terjadi di bandara.

Melansir dari The New Arab, Senin, 12 Oktober 2026, koalisi pimpinan Arab Saudi menyalahkan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran atas serangan yang terjadi pada Sabtu, 9 Oktober. Korban tewas terdiri atas empat warga negara Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.

Iklan

Target

Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Umum Saudi, beberapa korban luka masih berada dalam kondisi kritis. Pada Minggu, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, kembali mengeluarkan peringatan terkait penggunaan bandara-bandara di Arab Saudi. 

Dalam pernyataannya ia mengecualikan Makkah dan Madinah, sementara bandara-bandara lain disebut sebagai target potensial dan lokasi operasi oleh pasukan Houthi. 

Ia juga mendesak maskapai penerbangan, pekerja bandara, dan para pelancong untuk menanggapi peringatan tersebut dengan serius.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Arab Saudi bertanggung jawab atas setiap upaya penyadapan yang gagal di kelompok Houthi.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.