Serangan terhadap kapal tanker yang berlayar melalui Selat Hormuz mencapai angka tertinggi pekan lalu dibandingkan pekan-pekan lain sejak perang Iran dimulai, menurut sumber keamanan maritim yang melacak insiden tersebut.
Menurut Pusat Informasi Maritim Gabungan atau Joint Maritime Information Center (JMIC) yang dipimpin Angkatan Laut AS, serangan, upaya serangan, dan aktivitas pelumpuhan termasuk penerbangan dron, pengawasan, dan panggilan menggunakan radio VHF oleh Garda Revolusi Iran terus berlanjut di selat tersebut.
“Tindakan-tindakan ini terus menunjukkan niat Iran untuk menegaskan kehadirannya di sepanjang jalur transit utama dan mempertahankan tekanan pada kapal-kapal yang melintas,”
kata JMIC, dikutip dari The New Arab, Senin, 12 Oktober 2026.
Tertinggi
Menurut laporan itu, pada 28 September hingga 5 Oktober, setidaknya terjadi 12 serangan terhadap kapal tanker minyak, gas alam cair, dan gas petroleum cair di sekitar Selat Hormuz.






