Mantan kepala intelijen Angkatan Udara Israel, Yoel Feldshuh, 77 tahun, ditahan pada Senin, 12 Oktober 2026, setelah turun tangan dalam insiden yang melibatkan pemukim Israel dan perempuan Palestina yang sedang memanen zaitun di dekat Duma, selatan Nablus, Tepi Barat yang diduduki.
Penahanan tersebut memicu sorotan karena kelompok yang menaungi Feldshuh menyebut dirinya ditangkap ketika berusaha mencegah serangan terhadap warga Palestina.
Para anggota kelompok (pensiunan senior) tersebut bangkit untuk membela dan mencegah serangan (ke seorang petani Palestina). Alih-alih menangkap para perusuh, pasukan (Israel) malah menangkap Feldshuh dan seorang aktivis lainnya,”
kata komandan keamanan Israel yang dikutip dari The New Arab, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurut kelompok Commanders for Israel’s Security, Feldshuh bergabung dengan sejumlah pensiunan pejabat tinggi keamanan Israel dan aktivis yang mendampingi warga Palestina selama musim panen zaitun.
Iklan
Kelompok tersebut menyebut para pemukim datang dan menyerang perempuan Palestina yang sedang memanen, sehingga para aktivis turun tangan untuk melindungi mereka.
Namun, keterangan polisi Israel berbeda. Polisi menyatakan dua warga Israel ditahan atas dugaan menyerang seorang penggembala di dekat Duma.
Perbedaan keterangan tersebut membuat kronologi dan pihak yang terlibat dalam insiden itu perlu dicermati berdasarkan masing-masing sumber.
Kelompok aktivis Israel, Looking the Occupation in the Eye, menyampaikan versi lain. Menurut kelompok tersebut, seorang warga Israel berusaha menyerang dua perempuan Palestina yang membawa karung berisi zaitun. Warga itu kemudian memanggil polisi dan tentara setelah para aktivis mendorongnya menjauh.
Feldshuh kemudian dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan, dengan syarat meninggalkan daerah tersebut. Polisi juga menahan seorang warga Yerusalem berusia 15 tahun yang dicurigai terlibat dalam insiden itu.
Remaja tersebut kemudian dibebaskan dengan sejumlah persyaratan, menurut laporan media Israel. Belum jelas apakah remaja itu merupakan pemukim yang disebut terlibat dalam insiden tersebut.
Mantan Jenderal yang Pernah Pimpin Intelijen Angkatan Udara
Feldshuh merupakan brigadir jenderal purnawirawan yang pernah memimpin unit intelijen Angkatan Udara Israel.
Setelah meninggalkan dinas militer, ia berkarier di sektor bisnis dan menjabat sebagai pimpinan eksekutif maskapai penerbangan Israel, El Al, dari 1996 hingga 2000.
Penahanannya berlangsung di tengah meningkatnya serangan pemukim Israel selama musim panen zaitun, yang menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi komunitas petani Palestina.
Dalam beberapa hari terakhir, pemukim Israel dilaporkan menyerang petani yang sedang memanen zaitun, mencuri hasil panen dan peralatan, serta merusak pohon zaitun di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Situasi tersebut mendorong para aktivis mendampingi petani Palestina saat memanen, sekaligus mendokumentasikan dugaan serangan.
Upaya yang dikenal sebagai protective presence atau kehadiran pelindung itu bertujuan membantu warga Palestina mengakses lahan pertanian mereka.
Namun, para sukarelawan dan jurnalis yang mendampingi petani juga menghadapi risiko menjadi sasaran kekerasan.
Insiden yang berujung pada penahanan Feldshuh kembali menyoroti ketegangan selama musim panen zaitun di Tepi Barat.