Warga berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj.)
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih berlangsung di Indonesia memicu kekhawatiran meluasnya kabut asap beracun di Asia Tenggara. Pusat Meteorologi Khusus ASEAN atau ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) pun mengaktifkan status siaga Level 3 untuk kawasan ASEAN bagian selatan, tingkat peringatan tertinggi dalam sistem pemantauan regional tersebut.
Informasi pengaktifan status siaga itu tercantum di situs resmi ASMC, dikutip Senin, 19 Oktober 2026. Lembaga yang berbasis di dekat Bandara Changi, Singapura, tersebut memiliki sistem peringatan empat tingkatan, dari Level 0 hingga Level 3.
Status Level 3 dikeluarkan ketika risiko kabut asap lintas negara yang parah dinilai tinggi.
Iklan
Aktivitas Titik Panas
Personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Muara Baru, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hma)
Penetapannya juga mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk aktivitas titik panas kebakaran yang signifikan dan terus berlangsung, serta penyebaran kabut asap berkategori sedang hingga pekat di wilayah yang luas selama sedikitnya dua hari berturut-turut.
Kondisi kering berkepanjangan dan angin yang terus membawa asap menuju negara-negara ASEAN lainnya juga menjadi faktor dalam penentuan status siaga tersebut.
Peringatan itu awalnya diterbitkan pada 16 Oktober lalu. Namun, status serupa telah dikeluarkan dua kali sebelumnya sepanjang tahun ini, yakni pada 26 Agustus dan 27 Maret.
Kabut Asap Ganggu Kehidupan
Asap Karhutla memenuhi Singapura (Foto: channelnewsasia.com)
Kabut asap yang berlangsung selama berbulan-bulan telah mengganggu kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Asia Tenggara. Sejumlah sekolah terpaksa ditutup, sementara keluhan gangguan pernapasan dilaporkan meningkat.
Di tengah situasi tersebut, Singapura pada Jumat pun mengumumkan rencana mengirimkan peringatan kepada tujuh perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan itu diidentifikasi memiliki keterkaitan dengan kebakaran yang memicu kabut asap.
Pemerintah Singapura juga memperingatkan bahwa dampak terburuk dari kabut asap tersebut mungkin belum terjadi. Peringatan ini menambah kekhawatiran terhadap potensi memburuknya kualitas udara lintas negara jika kebakaran terus berlangsung dan kondisi cuaca belum mendukung pemadaman.