Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Sekolah Malaysia Tetap Buka di Tengah Kabut Asap, Semua Aktivitas Luar Ruangan Disetop

Semua sekolah dan lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan di Kuala Lumpur dan Selangor akan terus beroperasi seperti biasa pada Selasa, 20 Oktober 2026. Namun, semua aktivitas di luar ruangan akan ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan.

Pengendara motor melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Pengendara motor melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/bar)

Semua sekolah dan lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan di Kuala Lumpur dan Selangor akan terus beroperasi seperti biasa pada Selasa, 20 Oktober 2026. Namun, semua aktivitas di luar ruangan akan ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan.

Dinas Pendidikan Kuala Lumpur (JPWPKL) dan Dinas Pendidikan Negeri Selangor menyatakan bahwa siswa dan staf sekolah harus mengenakan masker wajah untuk melindungi diri dari kabut asap,”

demikian pernyataan kedua kementerian itu, dikutip dari The Star, Selasa, 20 Oktober 2026.

Pihak berwenang mengatakan, bahwa orang tua dan wali murid yang khawatir tentang kesehatan anak-anak mereka karena kabut asap dapat memilih untuk tidak mengirim anak-anak mereka ke sekolah. Namun, mereka wajib memberitahukan pihak sekolah jika anak-anak mereka tidak hadir.

Departemen-departemen tersebut juga mendesak semua pihak untuk tetap waspada terhadap perkembangan terkini dan mengikuti saran dari pihak berwenang terkait mengenai kabut asap.

Iklan

Sekolah di Johor Tetap Libur

Meski demikian, di beberapa daerah Malaysia, seperti di Johor, memutuskan untuk memperpanjang penutupan sekolah.

Otoritas negara bagian Johor di Malaysia memperpanjang penutupan sekolah imbas kabut asap yang masih menyelimuti negara bagian itu. Dengan langkah ini, sekolah-sekolah di Johor masih akan diliburkan selama lima hari ke depan, pada Senin, 19 Oktober 2026, waktu setempat.

Ketua Komite Pendidikan dan Informasi negara bagian Johor, Dr Muhammad Naqib Md Ghazali, seperti dilansir kantor berita Bernama dan Malay Mail, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil menyusul rapat Komite Koordinasi Penanganan Kabut Asap Johor.

Dia mengatakan, bahwa perpanjangan ini akan tetap bergantung pada perkembangan kualitas udara, prakiraan cuaca, dan penilaian kesehatan yang terus dilakukan.

Laporan pemantauan menunjukkan bahwa Indeks Pencemar Udara (API) masih berada pada level yang mengkhawatirkan, tanpa adanya peningkatan yang berarti,”

ujar Dr Muhammad Naqib dalam sebuah pernyataan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal