Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Singapura Klaim Ancam Perusahaan Pemicu Kabut Asap Karhutla, dari Laba hingga Kredit

Singapura membuka kemungkinan mengubah undang-undang yang berlaku atau memperkenalkan aturan baru untuk memastikan kerja sama perusahaan.

Kabut Asap Karhutla sampai Singapura pada 14 Oktober 2026. (Sumber: X @imbktan)
Kabut Asap Karhutla sampai Singapura pada 14 Oktober 2026. (Sumber: X @imbktan)

Pemerintah Singapura akan menggunakan instrumen hukum, peraturan, dan ekonomi untuk menekan perusahaan yang bertanggung jawab atas kabut asap lintas batas dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Tekanan itu dapat menyasar keuntungan perusahaan, akses terhadap pendanaan, hingga reputasi mereka di mata investor.

Menteri Senior Singapura K Shanmugam mengatakan pemerintah akan terus mengejar pertanggungjawaban perusahaan terkait, bahkan setelah kabut asap berlalu. Singapura juga membuka kemungkinan memperkuat undang-undang untuk memastikan perusahaan bekerja sama dengan otoritas.

Jika perusahaan menolak untuk bekerja sama, terlepas dari apakah mereka memiliki kehadiran di Singapura atau tidak, kami akan menggunakan setiap instrumen hukum dan peraturan yang kami miliki untuk memberikan tekanan di tempat yang penting, termasuk pada laba bersih mereka, termasuk pada akses mereka ke pendanaan, dan termasuk pada reputasi mereka di mata investor,”

kata Shanmugam dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 20 Oktober 2026.

Jangan Remehkan Singapura

Asap Karhutla memenuhi Singapura
Asap Karhutla memenuhi Singapura (Foto: channelnewsasia.com)

Ia juga menyampaikan hal tersebut kepada wartawan saat mengunjungi Woodlands Checkpoint pada Senin, 19 Oktober 2026. Ia mengatakan, perusahaan yang diduga bertanggung jawab atas kabut asap tidak boleh menganggap proses pembuktian sulit sehingga mereka dapat menghindari pengawasan.

Iklan

Mereka mungkin berpikir bahwa mendapatkan bukti itu sulit, dan mereka mungkin berpikir bahwa mereka dapat lolos dari pengawasan. Tetapi mereka tidak boleh meremehkan tekad pemerintah Singapura untuk bertindak,”

ujar Shanmugam.

Ia menegaskan, pemerintah Singapura akan menelusuri keterkaitan perusahaan secara lebih luas, tidak hanya terbatas pada badan usaha pemegang konsesi, tetapi juga kelompok usaha besar dan pihak yang pada akhirnya mengendalikan perusahaan tersebut.

Jika ada keterkaitan, kami akan mencoba untuk menindak kelompok-kelompok ini juga,”

tegasnya.

Shanmugam mencontohkan hasil investigasi yang menunjukkan bahwa Asia Pulp and Paper (APP) membeli produk dari tiga perusahaan yang telah menerima pemberitahuan tindakan pencegahan dari Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA).

Menurut dia, sumber asap juga tampaknya terkait dengan First Resources dan Bumitama Agri yang terdaftar di bursa Singapura, serta First Borneo Plantations.

Shanmugam mengatakan, pernyataan perusahaan mengenai kebijakan tanpa pembakaran dan upaya pemadaman kebakaran tidak cukup tanpa dukungan bukti.

Batasi Akses Pembiayaan

Kabut asap akibat karhutla Indonesia
Kabut asap akibat karhutla Indonesia

Singapura juga akan menilai risiko yang muncul dari pembiayaan terhadap perusahaan yang berpotensi terkait dengan kebakaran. 

Shanmugam meminta bank mempertimbangkan risiko lingkungan dan hukum sebelum menyalurkan pembiayaan kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

Ia menambahkan, Otoritas Moneter Singapura (MAS) memiliki kewenangan pengawasan terhadap bank untuk memastikan risiko tersebut dikelola dengan benar.

Selain itu, pemerintah Singapura akan memeriksa apakah perusahaan yang terkait dengan kabut asap masih layak menerima hibah atau insentif pemerintah. Menurut Shanmugam, manfaat tersebut bergantung pada perilaku yang taat hukum dan bertanggung jawab.

Singapura juga membuka kemungkinan mengubah undang-undang yang berlaku atau memperkenalkan aturan baru jika diperlukan untuk memastikan kerja sama perusahaan. Namun, Shanmugam tidak menyebutkan tenggat waktu perubahan tersebut.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.