Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Netanyahu Siapkan Serangan Baru ke Iran, Trump Justru Pasang Rem Jelang Pemilu AS

Israel telah menyiapkan serangkaian target baru yang mencakup lokasi infrastruktur sipil yang belum pernah diserang sebelumnya.

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, (Foto: AI).
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, (Foto: AI).

Sebuah laporan dari Financial Times, menyebut bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana melakukan serangan terhadap Iran awal bulan ini, tetapi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menentang pertempuran itu sebelum pemilihan paruh waktu AS.

Tiga orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa Israel Defence Forces (IDF) siap melakukan serangan pada akhir pekan, tepatnya pada 10 Oktober untuk menargetkan fasilitas nuklir dan situs-situs Iran lainnya, serta infrastruktur sipil termasuk pembangkit energi.

Namun, sumber anonim itu mengatakan bahwa Trump memutuskan untuk tidak memulai kembali konflik tersebut sebelum pemilihan paruh waktu AS pada 3 November mendatang.

Iklan

Sumber itu juga mengatakan bahwa serangan tersebut akan lebih intens daripada serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel pada Februari lalu.

Ini skenario yang tidak masuk akal jika serangan tersebut dimulai kembali dalam beberapa minggu mendatang,”

kata seorang sumber, dikutip dari The New Arab, Rabu, 21 Oktober 2026.

Siapkan Target Baru

Ilustrasi pasukan Israel dan AS bersiap menyerang Iran. (Sumber: Unsplash/Saifee Art)
Ilustrasi pasukan Israel dan AS bersiap menyerang Iran. (Sumber: Unsplash/Saifee Art)

Salah satu sumber mengatakan bahwa Israel telah menyiapkan serangkaian target baru yang mencakup lokasi infrastruktur sipil yang belum pernah diserang sebelumnya.

Sumber lain mengatakan bahwa serangan yang direncanakan oleh IDF awal bulan ini mungkin merupakan bagian dari taktik negosiasi, dan mencatat bahwa keputusan untuk memulai kembali pertempuran berada di tangan Trump.

Diketahui, laporan ini muncul dua hari setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dilaporkan melakukan kunjungan rahasia ke Israel dan bertemu dengan Netanyahu untuk membahas ancaman di kawasan tersebut.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.