Menurut pantauan Owrite.id, Balakrishnan tiba di Gedung Pancasila sekitar pukul 15.34 WIB. Ia langsung disambut Arrmanatha dan menandatangani buku tamu.
Kedua Menlu itu lantas foto bersama dan menuju ruangan untuk melakukan pertemuan.
Iklan
Kunjungan Balakrishnan ini terjadi di tengah gejolak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang turut mengganggu negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Selain itu, konflik yang saat ini berkembang di antara kedua negara yakni adanya pemangkasan ekspor gas dari RI ke Singapura.
Bahlil Potong Ekspor Gas
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantornya. (Sumber: Owrite/Syifa Fauziah)
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, langkah pemotongan itu dilakukan dalam koridor hukum serta batas minimum kontrak yang berlaku.
Diketahui, total pengiriman gas pipa Indonesia ke negara sahabat tersebut mencapai 409,55 billion British thermal unit per day (BBtud) dari dua wilayah, yakni Laut Natuna dan Sumatera. Dari jumlah tersebut, pemerintah memutuskan melakukan penyesuaian atau pemotongan sebesar 31 BBtud atau hanya sekitar 8 persen.
“Yang kemarin kita potong itu adalah 31 BBtud, hanya kurang lebih sekitar 8 persen. Dan itu masih di batas kontrak minimum. Batas kontrak minimum kita itu adalah sekitar 91 sampai 92, dan kita baru (kurangi) sekitar 8 persen,”
kata Bahlil saat Konferensi Pers Terkait Ketahanan Energi, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, 26 Oktober lalu.
Menurut Bahlil, penyesuaian pasokan ini terpaksa diambil selain untuk memenuhi kebutuhan domestik yang mendesak, juga karena faktor pemeliharaan (maintenance). Oleh karena itu, ia dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah melanggar komitmen perjanjian internasional.