Partai Demokrat berhasil merebut kembali kendali atas Senat Amerika Serikat (AS) dalam pemilihan paruh waktu 2026. Kemenangan tersebut berdasarkan proyeksi kantor berita Associated Press (AP) pada Selasa malam, 3 November 2026, menandai pergeseran besar dalam peta kekuasaan legislatif AS.
Demokrat membutuhkan tambahan empat kursi dari total 100 kursi Senat untuk mengambil alih mayoritas dari Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump. Hingga Selasa malam, Demokrat telah mengamankan sedikitnya tujuh kursi tambahan.
Sejumlah kemenangan Demokrat terbilang mengejutkan. Di Carolina Selatan, misalnya, Annie Andrews, seorang dokter anak dari Partai Demokrat, berhasil merebut kursi yang sebelumnya dipegang oleh Darline Graham, politikus Partai Republik sekaligus saudara perempuan mendiang Senator Lindsey Graham.
Iklan
Kemenangan Sejarah bagi Demokrat
Melansir dari Al Jazeera, Rabu, 4 November 2026, kemenangan Andrews menjadi sejarah karena terakhir kali seorang Demokrat memenangkan kursi Senat di negara bagian tersebut terjadi pada 1998.
Perubahan serupa terjadi di negara bagian tetangga, North Carolina. Demokrat Roy Cooper, mantan gubernur negara bagian itu, berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik, Michael Whatley.
Di Texas, yang selama ini dikenal sebagai basis kuat Partai Republik, James Talarico berhasil mencetak kemenangan mengejutkan. Anggota legislatif negara bagian sekaligus mahasiswa seminari itu mengalahkan Jaksa Agung Texas, Ken Paxton. Terakhir kali seorang Demokrat memenangkan pemilihan tingkat negara bagian di Texas adalah pada 1994.
Pemilu AS. (Sumber: AP)
Demokrat Menang di Sejumlah Negara Bagian
Kemenangan Demokrat juga terjadi di sejumlah negara bagian lainnya. Sherrod Brown mengalahkan Senator Republik Jon Husted di Ohio dan merebut kursi Senat tersebut. Di Kansas, Adam Hamilton, seorang pendeta Demokrat dari gereja besar, berhasil menumbangkan senator petahana dari Partai Republik Roger Marshall.
Di Maine, Demokrat Troy Jackson mengalahkan Senator Republik Susan Collins yang telah lama menjabat. Sementara itu, di Iowa, Josh Turek, peraih medali emas Paralimpiade, berhasil mengalahkan kandidat Republik Ashley Hinson dalam pemilihan yang menarik dana iklan hingga ratusan juta dolar.
Pada Kongres ke-119 yang masa tugasnya segera berakhir, Partai Republik menguasai 53 kursi Senat. Sementara itu, Demokrat memiliki 45 kursi, ditambah dua senator independen yang bersekutu dengan mereka.
Dengan hasil pemungutan suara, Demokrat diproyeksikan menguasai sedikitnya 53 kursi, jumlah yang cukup untuk meraih kursi mayoritas. Meski demikian, hasil beberapa pemilihan lainnya masih belum dipastikan.
Kemenangan Demokrat juga mengakhiri dominasi penuh Partai Republik atau yang dikenal sebagai “trifecta“. Kondisi tersebut sebelumnya diraih Partai Republik dalam pemilu 2024, ketika mereka berhasil menguasai Senat, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sekaligus Gedung Putih.
Trump pun mengakui bahwa Demokrat telah melakukan pekerjaan yang baik dan berjuang keras dalam pemilihan tersebut.
Perang AS-Iran Penyebab Kekalahan Republik
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, (Foto: AI).
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan perang AS-Israel melawan Iran kemungkinan turut berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik. Menurutnya, para pemilih mungkin belum siap menghadapi konsekuensi jangka pendek berupa kenaikan harga bensin.
Namun, melalui unggahan di platform Truth Social, Trump justru berusaha mengelak hasil pemilu tersebut.
“Saya tidak ada dalam surat suara dan jika saya ada, kita pasti akan menang TELAK!”
tulis Trump.
Al Jazeera melaporkan bahwa kemenangan Demokrat sebagai “kemenangan monumental”. Menurutnya, hasil tersebut akan menciptakan lanskap politik yang sama sekali baru, di mana Trump harus bekerja sama dengan Kongres yang sangat bermusuhan.
Senat sebelumnya diproyeksikan menjadi lembaga yang lebih sulit direbut Demokrat dibandingkan DPR dalam pemilu paruh waktu kali ini. Hal itu karena jumlah kursi Senat yang diperebutkan jauh lebih sedikit.
Diketahui, masa jabatan senator berlangsung selama enam tahun, sedangkan anggota DPR hanya menjabat selama dua tahun. Selain itu, pemilihan Senat dilakukan secara bergiliran sehingga hanya sekitar sepertiga dari total kursi yang diperebutkan dalam setiap siklus pemilu.
Dalam pemilu paruh waktu kali ini, terdapat 35 pemilihan Senat yang digelar, terdiri atas 33 pemilihan reguler dan dua pemilihan khusus di Ohio serta Florida. Kedua negara bagian tersebut memiliki kursi Senat yang kosong setelah Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio bergabung dengan pemerintahan kedua Trump pada Januari 2025.
Sedikitnya tujuh pemilihan Senat padaSelasa sebelumnya dipandang sebagai persaingan ketat dengan hasil yang sulit diprediksi. Ketujuh negara bagian tersebut adalah Alaska, Iowa, Kansas, Maine, Ohio, Texas, dan Michigan.
Texas dan Kansas termasuk negara bagian yang jarang dipandang sebagai wilayah persaingan ketat karena selama ini menjadi basis kuat Partai Republik. Di Kansas, misalnya, terakhir kali seorang senator dari Partai Demokrat terpilih adalah pada 1932.
“Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana seorang Demokrat bisa menang di Kansas, sebuah negara bagian yang sangat pro-Republik, untuk pertama kalinya dalam hampir satu abad, terutama di negara bagian di mana hanya 25 persen penduduknya adalah Demokrat?”
kata Senator terpilih Hamilton dalam pidato kemenangannya.
Demokrat Pertahankan Kursi
Selain merebut sejumlah kursi dari Partai Republik, Demokrat juga berhasil mempertahankan beberapa kursi mereka. Di antaranya adalah kursi Jon Ossoff di Georgia, negara bagian yang kerap menjadi penentu dalam persaingan politik nasional.
Mark Warner, yang telah mewakili Virginia di Senat sejak 2009, juga berhasil memenangkan masa jabatan keempatnya.
Trump mengatakan dirinya bersedia bekerja sama dengan Demokrat di Kongres mendatang. Meski demikian, ia memperkirakan partai tersebut akan mengajukan sejumlah rancangan undang-undang yang menurutnya “gila”.
“Mereka akan mengirimkan hal-hal yang tidak masuk akal, dan saya akan memvetonya. Dan setelah beberapa bulan veto, mereka akan menelepon dan bertanya, ‘Bagaimana kita bisa menyelesaikan hal-hal ini?’ Dan kita akan bekerja sama,”
tekan Trump.
Fisher mengatakan Trump memahami bahwa dia perlu bekerja sama dengan Demokrat jika dia ingin meninggalkan warisan yang lebih besar daripada terus mem-veto.
“Dia ingin dikenang dengan baik dan jika yang dia lakukan hanyalah menggagalkan RUU, maka itu tidak akan berjalan jauh,”