Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Jepang Siaga, Warga Diminta Timbun Makanan dan Air hingga Sepekan! Ada Apa?

Imbauan tersebut disampaikan menyusul peluncuran lembaga baru yang bertugas mengoordinasikan upaya pencegahan, penanganan, hingga pemulihan.

Salah satu bangunan yang hancur akibat gempa M 7,1 yang mengguncang Jepang
Salah satu bangunan yang hancur akibat gempa M 7,1 yang mengguncang Jepang. (Sumber: X/@Satoshi_)

Badan Manajemen Bencana Nasional Jepang (National Disaster Management Agency) meminta masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, antara lain dengan menyiapkan persediaan makanan dan air untuk minimal tiga hari, atau idealnya satu minggu.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul peluncuran lembaga baru yang bertugas mengoordinasikan upaya pencegahan, penanganan, hingga pemulihan bencana di Jepang.

Kepala pertama badan tersebut, Goshi Hosono, mengingatkan bahwa pemerintah pusat maupun daerah memiliki keterbatasan dalam menangani bencana berskala besar. Karena itu, masyarakat perlu mengambil langkah antisipasi secara mandiri.

Iklan

Saya berharap Anda semua mengambil tindakan yang tepat,”

kata Hosono, dikutip dari The Japan Times, Rabu, 4 November 2026.

Hosono berkomitmen menjadikan Jepang sebagai negara paling tangguh menghadapi bencana di dunia.

Upaya tersebut akan dilakukan dengan memperkuat kesiapsiagaan, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan bencana besar, termasuk gempa dahsyat di Palung Nankai yang berada di lepas pantai Pasifik bagian tengah hingga barat daya Jepang.

Pilihan EditorNatania Longdong

Malaysia Siaga Hadapi Ancaman Global, Stok Makanan hingga Obat Disiapkan Negara

Dalam upacara peresmian badan tersebut, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta kementerian dan lembaga pemerintah menghilangkan sekat-sekat birokrasi.

Ia berharap lembaga baru itu dapat berfungsi sebagai pusat kendali yang kuat dalam mengoordinasikan penanganan bencana.

Melindungi kehidupan dan mata pencaharian rakyat adalah salah satu tanggung jawab terpenting bangsa,”

ucapnya.

Melalui sebuah imbauan darurat, badan tersebut meminta masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan.

Selain menyiapkan persediaan makanan dan air untuk minimal tiga hari, atau idealnya satu minggu, warga diminta mengamankan perabot rumah tangga agar tidak mudah roboh serta memastikan lokasi tempat penampungan dan evakuasi.

Imbauan serupa juga disampaikan kepada kementerian, lembaga pemerintah pusat, dan pemerintah daerah.

Kementerian serta lembaga diminta meninjau rencana keberlanjutan operasional mereka ketika terjadi bencana dan memastikan perusahaan menerapkan langkah-langkah mitigasi yang efektif.

Sementara itu, pemerintah daerah diminta meningkatkan kondisi fasilitas di pusat-pusat evakuasi serta memperkuat perlindungan bagi para penumpang yang terjebak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan ketika bencana terjadi.

Ancaman gempa besar menjadi salah satu pertimbangan utama penguatan kesiapsiagaan Jepang.

Menurut Kantor Kabinet Jepang, sebanyak 20 prefektur diperkirakan dapat mengalami guncangan dengan intensitas seismik di atas 6 pada skala shindo Jepang, yakni tingkat tertinggi kedua, atau lebih tinggi apabila terjadi gempa dahsyat di Palung Nankai.

Selain itu, empat prefektur diperkirakan dapat mengalami guncangan serupa apabila gempa besar terjadi di Palung Chishima dan Palung Jepang, yang berada di lepas pantai Pasifik bagian utara hingga timur Jepang.

Pemerintah Jepang juga berencana menentukan lokasi pendirian biro pencegahan bencana pada musim panas 2027.

Biro tersebut akan menjadi organisasi di daerah yang bertugas menerapkan langkah-langkah antisipasi terhadap gempa bumi besar.

Hingga akhir Oktober 2026, sebanyak 49 organisasi di seluruh Jepang telah menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah biro tersebut.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar