Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya tidak akan lagi memberikan pendanaan tahunan kepada Israel mulai akhir tahun 2026. Pernyataan itu disampaikan setelah Trump mengaku telah mencapai kesepakatan baru dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Sekarang, terkait pembayaran kepada Israel, Netanyahu dan saya telah membuat kesepakatan bahwa kami memberi Israel US$4 miliar per tahun, dan kami membuat kesepakatan beberapa bulan lalu bahwa kami akan menghentikannya. Kita sudah sepakat bahwa pada akhir tahun ini kita tidak akan membayar Israel. Sekarang kita akan membantu Israel jika mereka membutuhkannya,”
kata Trump, dikutip dari Independent, Jumat, 6 November 2026.
Trump juga berpendapat bahwa Israel kini tidak lagi membutuhkan dukungan Washington.
Presiden AS itu turut menyinggung sejumlah politikus sayap kiri yang dinilainya menjadikan pendanaan untuk Israel sebagai bahan untuk menyerang Partai Republik.
Iklan
Namun, belum jelas skema pendanaan mana yang sebenarnya dimaksud Trump. Nota kesepahaman yang disepakati pada era pemerintahan Barack Obama, yang menyediakan bantuan militer AS sebesar US$3,8 miliar per tahun untuk Israel, akan berakhir pada 2028. Pembahasan mengenai kelanjutan bantuan tersebut pun telah berlangsung.
“Mereka bisa membeli apa pun yang mereka inginkan. Mereka bisa membeli apa pun yang mereka inginkan. Begitu juga Eropa. Kita membuat senjata terbaik di dunia,”
ujar Trump.
Israel Kurangi Ketergantungan dari AS
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama tentara Israel. (Foto:IG Benjamin Netanyahu).
Dalam wawancara dengan CBS pada Mei lalu, Netanyahu mengatakan berharap dapat mengurangi ketergantungan Israel terhadap bantuan militer AS dalam satu dekade ke depan.
Sementara itu, dalam surat kepada seorang anggota Kongres AS pada Juni lalu, Netanyahu menulis bahwa sudah saatnya bagi Israel untuk beralih dari penerima bantuan menjadi mitra.
Menurut Council on Foreign Relations, Israel merupakan penerima bantuan AS terbesar secara kumulatif sejak negara itu berdiri.
Sejak 1948, Israel telah menerima lebih dari US$300 miliar dalam bentuk bantuan ekonomi dan militer, setelah disesuaikan dengan inflasi.
Dalam dua tahun pertama setelah serangan 7 Oktober yang memicu perang di Gaza, sedikitnya US$21,7 miliar bantuan militer telah disalurkan. Serangan tersebut juga mendahului serangan AS-Israel terhadap Iran.
Hingga kini, AS dan Israel masih belum menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan dengan Republik Islam Iran. Washington bahkan kembali melancarkan serangan ke Pulau Qeshm, Iran, pada Selasa malam, 3 November 2026, meskipun para mediator Qatar tengah meningkatkan upaya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Dukungan Publik AS ke Israel Turun
Di sisi lain, dukungan publik AS terhadap Israel terus menurun sejak perang Gaza pecah pada 2023, terutama di kalangan pemilih Partai Demokrat.
Jajak pendapat Universitas Quinnipiac pada Juni menemukan bahwa 48 persen pemilih AS dan 66 persen pemilih Demokrat menilai Amerika Serikat terlalu mendukung Israel. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan survei pada 2017, yang masing-masing mencatat 16 persen dan 20 persen.