Belum lama ini, ramai temuan hasil terkait penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang mengungkap bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik berbahaya.
Mikroplastik tersebut berasal dari aktivitas manusia di perkotaan, seperti sampah plastik yang terurai, serat sintetis dari pakaian, dan limbah industri.
Kemudian partikel-partikel ini bisa terbawa ke udara, larut dalam air hujan, dan kemudian mencemari lingkungan.
Temuan ini menjadi peringatan bahwa polusi plastik kini tidak hanya mencemari tanah dan laut, tetapi juga atmosfer.
Apalagi mikroplastik merupakan partikel kecil yang tak terlihat oleh mata, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan.
Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) menjelaskan dalam jangka panjang, mikroplastik berbahaya bagi kesehatan.
“Bisa mengiritasi, bisa bikin radang, ya ujung-ujungnya saluran nafas terganggu, bahkan bisa membentuk fibrosis, dan akhirnya lama-lama orang bernafas tidak lagi selegah yang biasanya,”
dr Erlina saat dihubungi Owrite.id melalui sambungan telepon, Rabu (12/11/2025).
Menurut dr Erlina perlu adanya pencegahan agar tidak berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.
Jadi memang mikroplastik kan salah satu polusi ya. Jadi ya itu yang harus kita juga mulai berupaya untuk mengurangi sumbernya dan juga mencegahnya gitu kira-kira ya,”
dr Erlina.
Cara pencegahannya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Bila terkena hujan, sebaiknya langsung mandi dan membersihkan diri.

