Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 27 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Epidemiolog Ungkap Bahaya Campak, Bisa Picu Pneumonia hingga Kematian Anak
Kesehatan

Epidemiolog Ungkap Bahaya Campak, Bisa Picu Pneumonia hingga Kematian Anak

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Maret 10, 2026 11:38 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
ilustrasi Penyakit Kulit
Ilustrasi Kasus Suspek Campak (Foto: freepik.com)
SHARE

Ahli Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menyebut bahwa campak bukan penyakit anak biasa.

Menurut data WHO, tahun 2024 sudah 11 juta kasus global dengan 95 ribu kematian khususnya pada anak di bawah 5 tahun.

Dicky mengatakan dalam epidemiologi, penyakit menular campak itu punya karakteristik berbahaya karena virus sangat menular menyerang anak dengan imunitas rendah dan menyebabkan atau menurunkan sistem imun atau disebut dengan imun amnesia sehingga anak memiliki risiko infeksi lain yang bisa menyebabkan kematian.

Jadi kematian anak yang terinfeksi campak itu karena tidak divaksin dan vaksinasi atau vaksinasinya tidak lengkap,”

ujar Dicky Budiman kepada owrite.

Lebih lanjut Dicky Budiman mengatakan bahwa komolikasi campak bukan hanya demam dan ruam, tapi ada kondisi yang lebih berat, seperti pneumonia.

Komplikasi pneumonia paling sering terjadi dan menyebabkan kematian anak dengan campak.

Selain itu encephalitis atau redang otak, meskipun kasusnya hanya satu dari seribu kasusu, namun bisa menyebabkan kerusakan neurologis permanen maupun kematian.

Kemudian diare berat dan dehidrasi, yang juga berkontribusi pada kematian anak dengan status gizi buruk.

Campak ini, selain menuruan sistem imun selama beberapa minggu hingga bulan, maka anak lebih rentan terkena infeksi sekunder, sepertu pneumonia bakteri, tuberculosis atau infeksi lain.

“Ada satu komplikasi lagi yang sangat jarang tapi fatal dan itu bisa muncul bertahun-tahun setelah terinfeksi campak yaitu subacute sclerosing panencephalitis,”

jelas Dicky.

Lebih lanjut Dicky mengatakan bahwa, anak yang terkena campak bukan berhenti pada saat dia sudah membaik, tapi ada risiko yang bisa muncul bertahun setelah infeksi.

Nah mengapa campak ini jadi ancaman kesehatan global? Sekali lagi karena penurunan cakupan imunisasi yang akhirnya menyebabkan terjadinya wabah campak,”

jelas Dicky.

WHO sendiri sudah menekankan bahwa untuk menjaga wabah campak cakupan vaksin campaknya harus di atas 95 persen.

Tag:CampakEpidemiologKematian AnakPicu PneumoniaWHO
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Tiga Bocah Bobol Toko di Padang, Ngaku Belajar dari Roblox hingga Aksinya Viral di Medsos
By Ani Ratnasari
Tiga bocah yang diduga melakukan aksi pembobolan sejumlah toko di Plaza Andalas, Padang, Sumatra Barat.
1
Budi Arie ‘Senggol’ Percepatan Pemilu, PKS: Sebaiknya Jokowi Jelaskan agar Tak Jadi Bola Liar
By Hardani Triyoga
Kepala Kantor Staf Presiden PKS, Pipin Sopian.
2
Demo 27 Agustus Memanas, Pos Polisi di Petamburan Dibakar Massa!
By Rahmat Tunny
Pos Polisi di Petamburan, Jakarta Dibakar Massa.
3
Di Depan Warga Pati, Dasco Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Gagal Disahkan di 2026
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjawab pertanyaan wartawan usai rapat pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nym)
4
Kemenkeu Luruskan Omongan Purbaya Soal Rp7 T ke BPS, Ternyata Bukan Cuma DTSEN
By Anisa Aulia
Petugas sensus mendata meteran listrik rumah warga saat melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Kelurahan Maliaro, Ternate, Maluku Utara. (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/hma)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi ibu saat melahirkan
Kesehatan

Target AKI 70 pada 2030, Indonesia Masih di Angka 144 Kematian per 100 Ribu Kelahiran

Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk mencapai target penurunan angka kematian ibu…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Gambar ilustrasi kematian ibu
Kesehatan

Angka Kematian Ibu di Indonesia Timur 2,8 Kali Lebih Tinggi Dibanding Daerah Lain, Ini Pemicunya

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia Timur masih menjadi persoalan serius. Kawasan…

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
12 jam lalu
Sejumlah anak bermain gawai di depan tenda pengungsian di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
Kesehatan

Bom Waktu di Balik Pengungsian Gempa NTT: Kelompok Rentan Hadapi Ancaman Berlapis

Ahli manajemen bencana dari Griffith University Dicky Budiman berpendapat jumlah pengungsi akibat gempa…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
12 jam lalu
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (24/8/2026).
Kesehatan

Bom Waktu Pengungsian Gempa NTT: Pemerintah Jangan Gebyah Uyah Layanan Kesehatan

Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up