Ahli Kesehatan Lingkungan sekaligus Epidemiolog, dr Dicky Budiman menyoroti temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait air di Jakarta tercemar metformin. Metformin sendiri merupakan obat diabetes tipe 2 yang sering diresepkan kepada pasien.
Jadi temuan ini sangat mungkin menandakan bahwa terdapat kelemahan atau gap dalam sistem pengolahan limbah cair dan pengolahan air limbah di lingkungan perkotaan seperti DKI,”
dr Dicky saat dihubungi owrite pada Senin, 24 November 2025.
Dokter Dicky menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa sungai-sungai besar seperti sungai Angke itu menerima berbagai jenis limbah, mulai dari limbah rumah tangga, limbah industri hingga sampah padat tanpa pengolahan memadai.
Dengan adanya deteksi metformin dalam sungai menunjukkan bahwa bahan aktif dari obat telah melewati atau tidak dihadang oleh pengolahan limbah domestik atau industri sebelum masuk ke sungai,”
dr Dicky.
Temuan BRIN ini, kata dr Dicky dipandang sebagai peringatan dini untuk memperkuat sistem pengelolaan air limbah, baik dari sisi kapasitas maupun teknologi.
Saya kira dari perspektif manajemen risiko kesehatan lingkungan zat keberadaan farmasi dalam air ini menunjukkan bahwa risiko kontaminasi air perlu diperhitungkan dalam kerangka pengelolaan lingkungan dan kesehatan,”
dr Dicky.
Lebih lanjut dr Dicky mengatakan temuan metformin di udara tidak otomatis berarti risiko tinggi bagi manusia saat ini. Namun perlu dilakukan beberapa hal penting.
Sekarang sedang terjadi, Artinya perlu ada tindakan proaktif, pemantauan, penilaian risiko,”
dr Dicky.
