Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Miris! Depresi Remaja Kian Meningkat, Ini Pemicunya
Kesehatan

Miris! Depresi Remaja Kian Meningkat, Ini Pemicunya

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: November 25, 2025 10:15 am
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi. (Foto: Istimewa)
SHARE

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 1,5 persen penduduk DKI Jakarta berusia di atas 15 tahun mengalami depresi. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional. 

Daftar isi Konten
  • Tanda-tanda Depresi
  • Cara Mengatasi Depresi 

Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi. mengatakan pada dasarnya anak remaja sangat labil. Ketika merasa tidak nyaman di luar dirinya, akan berdampak pada dirinya.

Maka kalau orang yang sudah memiliki perjalanan kehidupan yang cukup panjang mungkin sudah dapat mengatasinya, kalau remaja belum,”

Prof Romi kepada owrite, Senin, 24 November 2025.

Menurut Prof Romi, kasus depresi pada usia di atas 15 tahun meningkat karena kemungkinan di Jakarta segala sesuatunya itu berjalan dengan cepat, terutama dengan adanya teknologi yang meningkat dan penggunaan media sosial. 

Informasi yang ibaratnya membajir itu bisa berdampak pada kesehatan mental seseorang, misalnya nggak tahan dengan apa yang terjadi, netizen mengkritik dia, itu bisa berdampak juga pada depresinya seorang remaja,”

Prof Romi.

Tanda-tanda Depresi

Prof Romi juga menjelaskan tentang tanda-tanda seseorang mengalami depresi. Hal yang bisa dilihat adalah dimulai dari perilakunya, seperti menggigit kuku, tidak mau melakukan aktivitas seperti biasanya, hingga menarik diri.

Seseorang yang depresi juga biasanya tidak mau makan, tidak bisa mengontrol dirinya, atau bahkan merasa tidak nyaman, dia pelarian maunya main terus, tapi diajak ngomong nggak nyambung,”

Prof Romi.

Cara Mengatasi Depresi 

Lebih lanjut Prof Romi mengatakan seseorang yang mengalami depresi, dia tidak tahu kalau dirinya sedang depresi. Tetapi dia memahami ada rasa tidak nyaman pada dirinya dan itu yang tidak bisa diungkapkan.

Oleh karena itu perlu adanya orang lain di lingkungannya untuk menanyakan hal tersebut. Social support itu juga sangat berpengaruh dan sangat membantu orang-orang yang mengalami stres atau depresi,”

Prof Romi.

Prof Romi berkata, orang di lingkungannya bisa mengajak bicara atau mendengarkan yang dikatakan orang tersebut, sehingga membuat dia merasa nyaman.

Oleh karena itu memang ketika dia nggak cerita maka kita harus mencoba untuk bertanya dan mendengarkan orang tersebut untuk bercerita atau berbicara dengan pertanyaan simple. Atau menanyakan sesuatu yang tidak terkait langsung dengan masalahnya,”

Prof Romi.

Menurut Prof Romi, orang-orang yang mengalami stres tidak bisa mencari solusi atau jalan keluar dari masalahnya.

Oleh karena itu harus dibantu untuk dilihatkan bahwa masih banyak jalan keluar yang bisa menyelesaikan masalah tersebut dan tidak perlu menyalahkan diri sendiri. 

Kalau orang depresi tidak diberikan arahan dan treatment bisa mengambil tindakan yang tidak sewajarnya, seperti mengakhiri hidup, itu yang dikhawatirkan. Sebetulnya akan mengganggu sekali dirinya dan bisa berdampak pada lingkungan, apalagi yang bersangkutan tidak bisa lagi meregulasi diri dan mengatur diri,”

Prof Romi.
Tag:DepresiPenduduk DKIPenggunaan Media SosialPerilaku
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi penumpang yang akan berangkat menggunakan kereta
Nasional

Data Terbaru, Kereta Jadi Favorit Pemudik Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat jumlah penumpang angkutan umum pada hari H Lebaran, Sabtu 21 Maret 2026, mencapai 873.916 orang. Selain tingginya jumlah penumpang, arus…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia
Nasional

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, yang dilaksanakan di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Langkah ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung pemerataan akses pendidikan…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Sejumlah kendaraan pemudik melaju perlahan saat penerapan sistem satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah
Nasional

Antisipasi Kemacetan, Kakorlantas Imbau Pemudik Tak Pulang Bersamaan di Puncak Arus Balik 24 Maret

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryo Nugroho, mengimbau masyarakat agar tidak kembali secara bersamaan pada 24 Maret 2026. Tanggal tersebut diprediksi menjadi puncak arus balik Lebaran yang berpotensi…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Petugas mengukur gula darah sopir travel dalam giat pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi masa angkutan Lebaran di Travel Kencana, Semarang, Jawa Tengah,
Kesehatan

Kemenkes Siapkan Cek Kesehatan Gratis untuk Sopir Angkutan Umum Saat Mudik Lebaran

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi kendaraan umum yang…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
5 hari lalu
Kesehatan

Skrining Tujuh Juta Anak, Kemenkes Temukan Indikasi Masalah Kesehatan Jiwa Hampir 10 Persen

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, memaparkan hasil pogram Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
7 hari lalu
Ilustrasi Ibu saat hamil
Kesehatan

Bumil Mau Mudik Lebaran? Dokter Kandungan Ungkap Perlu atau Tidak Minum Obat Penguat

Mudik Lebaran menjadi momen yang dinantikan banyak keluarga untuk berkumpul dengan orang…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 minggu lalu
8.224 Kasus Suspek Campak
Kesehatan

Epidemiolog Ungkap Bahaya Campak, Bisa Picu Pneumonia hingga Kematian Anak

Ahli Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menyebut bahwa campak bukan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up