Anemia sering kali datang tanpa disadari, dimulai dari rasa lelah yang dianggap sepele, pusing singkat saat berdiri, hingga kulit yang tampak lebih pucat dari biasanya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM mengatakan anemia paling banyak diidap oleh manusia. Sekitar lebih dari 10% orang di atas 65 tahun mengalami anemia
Persentasenya semakin meningkat dengan pertambahan usia, pada kelompok usia lebih dari 85 tahun lebih dari 40% mengalami anemia,”
Prof Zubairi seperti dikutip dari akun X @profesorzubairi, Jumat 5 Desember 2025.
Lantas kenapa sih anemia banyak diidap lansia? Prof Zubairi mengatakan kondisi tersebut terjadi karena berbagai sebab, seperti anemia karena penyakit kronis.
Kurang gizi, penyakit ginjal, hilangnya darah secara akut dan mendadak maupun kronis. Sedikit demi sedikit tapi dalam jangka waktu panjang, penyakit kelainan darah, dan lain-lain,”
Prof Zubairi.
Lebih lanjut Prof Zubairi anemia tentu saja mempengaruhi fisik dan mental serta aktivitas sehari-hari sehingga selanjutnya dapat menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, anemia sangat penting untuk diatasi.
Jika kadar hemoglobin (Hb) terlalu rendah maka pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang. Tanda-tandanya jika masih awal adalah pusing, rasa lemas, sesak napas, depresi, disorientasi,”
Prof Zubairi.
Jika terus berlanjut maka dapat terjadi penurunan kesadaran sampai kematian.
Pemeriksaan dan Pengobatan Anemia?
Pemeriksaan anemia bisa dilakukan dengan endoskopi yang sudah direncanakan, dimaksudkan untuk mengetahui adanya perdarahan di saluran cerna, misalnya akibat kanker atau tukak lambung.
Pengobatan yang diberikan sesuai dengan penyebabnya. Transfusi darah hanya akan dilakukan sebagai tindakan darurat, karena kadar Hb terlalu rendah,”
Prof Zubairi.
Jika anemia terjadi karena defisiensi zat gizi, seperti zat besi, maka dapat diberikan suplemen serta jangan lupa untuk memperhatikan asupan gizinya karena seringkali lansia juga mengalami masalah dalam makan sehari-hari.
