Epistaksis atau mimisan merupakan kondisi pecahnya pembuluh darah di dalam hidung. Hal itu menyebabkan hidung mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Sekitar 60% orang pernah mengalami mimisan, dan hanya 10% yang cukup parah, sehingga memerlukan perawatan atau intervensi medis.
Mimisan paling sering terjadi pada anak-anak berusia 2 hingga 10 tahun dan orang tua berusia antara 50 hingga 80 tahun.
Gejala yang dialami setiap orang kadang berbeda-beda. Biasanya pendarahan muncul di satu sisi lubang hidung, ada juga yang di kedua sisi lubang hidung.
Sementara itu, gejala mimisan disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari mengorek hidung terlalu dalam, hipertensi, kebiasaan minum alkohol, kelainan pembuluh darah, dan alergi.
Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, dr Tri Hedianto, Sp. THT-BKL mengatakan orangtua tidak perlu panik ketika anak mengalami mimisan.
Hal yang perlu dilakukan adalah dengan menjepit cuping hidung selama dua menit, tujuannya agar dalam waktu dua menit itu terjadi proses pembekuan darah.
Kenapa sih kok dicuping hidung? Karena pendarahannya paling sering di sepertiga pendarahan depan tulang hidung, yaitu di plexus klesselbach karena disitu ada pembuluh darah yang cabangnya dari jantung,”
dr Tri seperti dikutip dari TikTok @dokterTHT, Sabtu 6 Desember 2025.
Kebanyakan orang tua menyuruh anaknya untuk menengadah saat mimisan agar darah yang keluar tidak terlalu banyak, padahal hal itu tidak disarankan. Menurut dr Tri, tengadah kepala saat mimisan dikhawatirkan bisa tersedak.
Kalau punya es batu boleh kompres tulang hidung atau mengulum es batu untuk membantu mengecilkan pembuluh darah pada saat mimisan,”
dr Tri.
