Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa saat ini Indonesia tengah berada di fase musim hujan 2025/2026.
Menurut BMKG, puncak musim hujan di Indonesia terjadi di November-Desember atau Januari-Februari.
Melihat tingginya curah hujan yang mulai melanda di sejumlah wilayah di Indonesia, ahli kesehatan mengimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan.
Pasalnya banyak sekali penyakit yang mengintai di puncak musim hujan ini.
Ahli kesehatan lingkungan sekaligus epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, dr Dicky Budiman, M.Sc.PH mengatakan pentingnya melakukan antisipasi menjelang puncak musim hujan dengan curah hujan tinggi hingga potensi pancaroba.
Tingkatkan kualitas kesehatan lingkungan pemukiman dan kerentanan layanan kesehatan,”
ujar dr Dicky dalam keterangannya, Senin 12 Desember 2025.
Dokter Dicky membeberkan beberapa penyakit yang rentan dialami masyarakat saat musim hujan, antara lain.
- Demam Berdarah Dengue (DBD)
Dokter Dicky menjelaskan bahaa saat musim hujan perkembangbiakan faktor itu meningkat karena genangan air atau mikro habitat dari faktor nyamuk yang mempercepat siklus Aedes aegypti.
Dan ini meningkatkan risiko kasus dengue atau demam berdarah. Seringkali setelah beberapa hari atau seminggu setelah hujan yang deras itu,”
ujar dr Dicky.
- Diare dan Penyakit Kulit.
Selain itu, paparan patogen berbasis air atau ketika terjadi banjir. Karena limpasan air ini membawakotoran dan kontaminan dari feses atau urin hewan manusia.
Ini otomatis memiliki risiko terjadinya penyakit diare penyakit kulit, leptospirosis yang meningkat. Terutama pasca hujan yang disertai banjir,”
katanya.
- Risiko non-Infeksi
Rupanya, kasus non-infeksi saat musim hujan juga meningkat, misalnya kasus cedera, tenggelam, trauma, atau terkena sengatan strum.
Dan gangguan akses layanan, misalnya rujukan obat tidak bisa dilakukan karena hujan yang begitu besar dan juga adanya banjir misalnya. Nah ini yang harus dimitigasi dan diwaspadai karena secara historis Indonesia ini selalu berulang mengalami lonjakan penyakit pasca hujan atau banjir,”
tuturnya.
Kemudian risiko kesehatan utama saat hujan tinggi maksudnya musim hujan tinggi itu selain denggi, membedarah karena sekali lagi mengikuti pola hujan, genangan dan kepadatan faktor juga penyakit berbasis air dan banjir dan juga infeksi saluran pernapasan yang meningkat pada biasanya awal tahun seiring musim hujan dan pergantian musim.
- Dampak Psikologis
Dampak psikososial juga harus diperhatikan karena kecemasan, stres, gangguan tidur, hingga risiko kekerasan berbasis gender di situasi hunian padat penghujan ini juga sering luput dari respon awal tapi tentu ini yang juga harus diperhatikan.
