Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • longsor
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kasus Campak Meningkat, Epidemiolog Jelaskan Penyebabnya
Kesehatan

Kasus Campak Meningkat, Epidemiolog Jelaskan Penyebabnya

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 16, 2026 2:55 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Ilustrasi deorang wanita terkena wabah campak
Ilustrasi deorang wanita terkena wabah campak (Foto: Freepik)
SHARE

Kasus campak kembali ditemukan di Nusa Tenggara Timur (NTB). Kasus ini meningkat dalam kurun waktu setahun terakhir di Indonesia.

Berdasarkan data periode Oktober 2025 hingga 32 Januari 2026, tercatat 306 kasus campak ditemukan di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu menyebabkan satu warga meninggal dunia. Pemerintah Kabupaten Bima pun menetapkan wabah campak sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Selasa, 28 Agustus 2025, jumlah kasus campak pada 2022, tercatat lebih dari 4.800 kasus campak, melonjak signifikan pada 2023 hingga menembus lebih dari 10.600 kasus.

Memasuki 2024, jumlah kasus sempat menurun menjadi lebih dari 3.500 kasus. Namun, tren kembali berbalik pada 2025.

Epidemiolog dari Universitas Griffth, Australia, Dicky Budiman mengatakan terkait wabah campak dan penetapan status KLB akibat adanya kasus campak.

Dicky mengatakan ada beberapa faktor utama penyebabnya.

Pertama, yang menyebabkan kasus campak kembali meningkat di satu negara, wilayah, atau daerah itu karena herd immunity atau kekebalan populasinya yang menurun yang disebabkan oleh cakupan vaksinasi yang belum optimal,”

ujar Dicky kepada owrite, Senin 16 Februari 2026.

Dicky mengatakan campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, dengan angka reproduksi campak bisa mencapai 19-20.

Artinya, dari satu orang terinfeksi dapat menularkan belasan orang lainnya yang tidak memiliki kekebalan.

Penularannya melalui droplet dan juga kontak langsung jadi hanya sedikit kontak yang diperlukan untuk menyebarkan virus antar individu tertentu tanpa adanya imunitas,”

tambah Dicky.

Untuk mencapai kekebalan kelompok atau komunal, Dicky mengatakan perlu dia dosis vaksin, yaitu MR1 dan MR2, dengan cakupan harus diatas atau sama dengan 95% yang sudah divaksin lengkapnya.

Sayangnya kebanyakan masyarakat Indonesia baru menjalankan vaksin MR1, sementara MR2 cakupan vaksinasinya masih sangat rendah.

Jauh dibawah target dan ini yang menyebabkan adanya celah imunitas yang mempermudah virus menyebar, dan ini yang menyebabkan meskipun MR1 nya relatif lebih tinggi karena MR2 nya rendah, sehingga banyak anak atau remaja yang belum memiliki perlindungan lengkap terhadap virus campak ini yang menjadi kontributor utama lonjakan kasus,”

paparnya.

Lebih lanjut Dicky mengatakan mobilitas penduduk yang tinggi disertai cakupan vaksin antarwilayah juga bida jadi penyebabnya.

Perpindahan penduduk antar desa, kota, hingga provinsi mempercepat penyebaran virus dari satu komunitas ke komunitas lain, terutama ketika terdapat kelompok masyarakat dengan imunitas rendah,”

tuturnya.

Selanjutnya, adanya penundaan atau gangguan layanan imunisasi, yang dapat disebabkan oleh prioritas program kesehatan lain, keterbatasan sumber daya manusia, maupun kendala sistem layanan.

Selain itu, masih terdapat keraguan atau kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya vaksin campak, yang memicu vaccine hesitancy dan memperlambat pencapaian cakupan imunisasi yang optimal,”

Tag:CampakEpidemiologKasus Campak MeningkatKejadian Luar Biasa
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Ikuti
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Menlu Sugiono (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (21/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/rwa)
Ekonomi Bisnis

Klaim Swasembada Pangan, Prabowo Justru Buka Keran Impor Beras Lewat ART RI-AS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI memberikan sejumlah jawaban terkait komitmen perdagangan dalam Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–Amerika Serikat (AS), The Agreement on Reciprocal Trade (ART), khususnya mengenai pembukaan akses impor beras,…

By
Iren Natania
Dusep
5 Min Read
Suasana aksi 28 Agustus 2025, di kawasan Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
Nasional

(Part I) Laporan Komisi Pencari Fakta: Tragedi Agustus 2025 dalam Sekap Republik

Tewasnya Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis polisi pada 28 Agustus 2025 bukanlah akhir dari sebuah tragedi, melainkan lonceng pembuka bagi teror yang jauh lebih sistematis. Kematian yang dibiarkan tanpa…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
6 Min Read
Timun Suri
Hype

Kenapa Timun Suri Hanya Muncul Saat Bulan Ramadan?

Timun suri, salah satu buah yang seolah jadi hidangan wajib saat Ramadan. Biasanya, para penjual sudah mulai menjajakan timun suri beberapa hari sebelum memasuki Ramadan. Tak hanya dijual utuh, beberapa…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Kesehatan

Minggu Pertama Puasa Jadi Fase Paling Berat, Kasus Maag hingga Vertigo Melonjak

Puasa merupakan salah satu kegiatan yang baik untuk kesehatan. Namun, di dua…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 hari lalu
Ilustrasi seorang anak mendapatkan suntikan vaksin
Kesehatan

Mulai Tahun Depan, Semua Anak Laki-laki 11 Tahun Mendapat Vaksin HPV Gratis

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin Human Papillomavirus atau HPV kepada anak…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
5 hari lalu
Ilustrasi Kretek Jari
Kesehatan

Mitos atau Fakta, Kretek Jari Bikin Radang Sendi? Ini Kata Ahli

Ketika jari terasa pegal, pasti otomatis kita kretekin jari. Sensasi bunyi kretek…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 minggu lalu
Ilustrasi nyamuk demam berdarah
Kesehatan

Kemenkes Finalisasi RAN Demam Berdarah 2026–2029

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah memfinalisasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
2 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up