Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman mengatakan hantavirus merupakan penyakit zoonosis akut dengan fatalitas atau tingkat kematian sampai 40 persen.
Karakteristik epidemiologis penyakit ini utamanya berasal dari tikus dan penularan melalui feses atau urine tikus, juga terkontaminasi karena lingkungan tertutup.
“Ini yang membuat kapal pesiar menjadi sangat berisiko. Secara umum, dia (hantavirus) tidak dominan penularan antar manusia. Secara gejala, dia biasanya demam dengan fase paru akut dan syok. Karena kematiannya tinggi, maka pasien umumnya harus mendapatkan pertolongan di ICU,”
ujar Dicky dalam keterangannya, Senin, 11 Mei 2026.
Ada dua kemungkinan epidemiologis, yakni pertama zoonotic exposure yang terbatas. Kapal yang terkontaminasi tikus di pelabuhan atau saat bersandar, sebetulnya risiko klasternya kecil alias tak akan menjadi outbreak besar.






