Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Kesehatan

Rutin Sarapan Bantu Metabolisme dan Fokus Lebih Stabil, Benarkah?

Sarapan sering waktu makan paling penting dalam sehari. Tanpa disadari, masih orang melewatkannya jadwal yang cukup padat setiap harinya.

Makanan sarapan pagi
Makanan sarapan pagi (Foto: Magnific)

Sarapan sering disebut sebagai waktu makan paling penting dalam sehari. Tanpa disadari, masih banyak orang yang melewatkannya karena memiliki jadwal yang cukup padat setiap harinya.

Banyak penelitian mengungkapkan bahwa sarapan berperan dalam menjaga kesehatan. Penelitian lain juga menemukan bahwa sarapan sangat penting untuk proses metabolisme di dalam tubuh.

Hal ini juga dibahas dalam unggahan Instagram edukasi kesehatan milik @jeerowan, yang menyebutkan bahwa sarapan berperan mengisi kembali energi tubuh, membantu metabolisme, serta membuat fokus lebih stabil sepanjang hari.

Iklan

Saat tidur selama sekitar 8–10 jam, tubuh tidak memperoleh asupan makanan. Ketika bangun pagi, kadar glukosa darah dan cadangan energi mulai menurun sehingga tubuh membutuhkan asupan nutrisi sebagai sumber energi.

Mengembalikan Pasokan Energi

Melansir dari ScienceDirect, sarapan membantu mengembalikan pasokan energi, sekaligus menyediakan karbohidrat yang akan diubah menjadi glukosa sebagai bahan bakar utama otak.

Dengan pasokan energi yang cukup, tubuh dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Pagi Hari Jadi Kunci, Ini 7 Kebiasaan yang Baik untuk Ginjal

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition menganalisis puluhan penelitian mengenai sarapan dan fungsi kognitif pada orang dewasa.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi sarapan cenderung memiliki kemampuan mengingat terutama (delayed recall) yang lebih baik dibandingkan mereka yang melewatkan sarapan.

Menurunkan Risiko Diabetes

Kemudian, penelitian yang dipublikasikan di Journal of Physiology mengungkapkan, sarapan dengan teratur bisa memengaruhi fungsi sel lemak dalam tubuh dengan mengubah aktivitas gen yang terlibat dalam metabolisme lemak dan resistensi insulin. Hal ini membantu menurunkan risiko diabetes tipe dua dan penyakit kardiovaskular.

Kestabilan gula darah penting karena otak sangat bergantung pada glukosa sebagai sumber energi. Ketika kadar gula darah turun terlalu rendah, seseorang dapat merasa lemas, sulit berkonsentrasi, bahkan mudah mengantuk.

Menurut Javier Gonzalez, penulis utama penelitian sekaligus profesor nutrisi dan metabolisme di University of Bath, Inggris, penelitian ini menemukan bukti bahwa melewatkan sarapan benar-benar meningkatkan pembakaran lemak.

Temuan ini sejalan dengan pengamatan kami sebelumnya bahwa konsumsi sarapan dikaitkan dengan kontrol glukosa yang lebih baik pada sel lemak,”

kata Javier.

Ini mungkin berimplikasi pada risiko penyakit, tapi kami perlu melakukan kajian lebih dalam terkait hal ini,”

lanjutnya.

Iklan