Pernah merasa seolah-olah ruangan di sekitar berputar atau tubuh kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba? Kondisi ini sering kali dianggap sebagai pusing biasa, padahal bisa jadi merupakan vertigo.
Vertigo bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari gangguan pada telinga bagian dalam hingga masalah pada sistem saraf.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebab vertigo agar penanganannya dapat dilakukan dengan tepat.
Lantas, apa saja penyebab vertigo dan bagaimana cara mengatasinya? Dilansir dari laman Kementrian Kesehatan (27 Juli 2023), simak penjelasannya berikut ini.
Vertigo, Pusing dengan Sensasi Seolah Berputar
Vertigo adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin vertere yang berarti “memutar”. Secara umum, vertigo merupakan sensasi seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar bergerak atau berputar.
Kondisi ini dapat disertai berbagai gejala, seperti mual, pandangan kabur, gangguan keseimbangan, dan disorientasi.
Perlu diketahui, vertigo bukanlah suatu penyakit, melainkan kumpulan gejala yang muncul akibat gangguan pada sistem keseimbangan tubuh, baik pada sistem vestibular di telinga bagian dalam, sistem saraf pusat, maupun organ keseimbangan lain seperti mata atau sendi.
Jenis Vertigo
Sebelum mengetahui penyebab dan gejalanya, penting untuk memahami bahwa vertigo terbagi menjadi dua jenis, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda karena berasal dari gangguan pada bagian tubuh yang berbeda pula.
1. Vertigo Perifer: Penyebab dan Gejalanya
Vertigo perifer merupakan jenis vertigo yang paling sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam atau saraf vestibular yang berperan menjaga keseimbangan tubuh.
Beberapa kondisi yang dapat memicu vertigo perifer antara lain Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) yang merupakan penyebab paling umum akibat perubahan posisi kepala, labirinitis, neuronitis vestibular, penyakit Ménière.
Selain itu cedera pada kepala atau leher, sindrom Ramsay Hunt, kolesteatoma, otosklerosis, perilymphatic fistula, hingga tekanan pada saraf vestibular akibat tumor jinak.
Gejala vertigo perifer umumnya muncul secara tiba-tiba dengan sensasi seolah-olah diri sendiri atau lingkungan sekitar berputar. Keluhan ini biasanya akan semakin terasa saat kepala digerakkan dan sering disertai mual, muntah, serta keringat berlebih.
Pada sebagian penderita, vertigo perifer juga dapat menyebabkan telinga berdenging (tinnitus), gangguan pendengaran, gerakan mata yang tidak terkendali (nistagmus), serta kehilangan keseimbangan yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
2. Vertigo Sentral: Penyebab dan Gejalanya
Berbeda dengan vertigo perifer, vertigo sentral disebabkan oleh gangguan pada otak atau sistem saraf pusat.
Meskipun lebih jarang terjadi dibandingkan vertigo perifer, kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan penyakit yang lebih serius.
Beberapa penyebab vertigo sentral meliputi stroke, migrain, multiple sclerosis, cedera pada kepala atau leher, tumor otak atau tumor pada saraf vestibular, penyakit Parkinson, diabetes, malformasi Chiari, serta sifilis.
Selain itu, baik vertigo sentral maupun vertigo perifer juga dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti efek samping obat-obatan tertentu, perubahan tekanan udara, misalnya saat menyelam, reaksi alergi, gangguan kecemasan, panik, atau stres, serta kehamilan akibat perubahan hormon dan sirkulasi darah.
Gejala vertigo sentral umumnya berupa sensasi berputar yang berlangsung lebih lama dan gangguan keseimbangan yang lebih berat dibandingkan vertigo perifer.
Penderita juga dapat mengalami sakit kepala, mual, muntah, gerakan mata yang tidak normal (nistagmus), gangguan penglihatan, hingga kesulitan berjalan.
Cara Mengatasi Vertigo
1. Mengatasi Vertigo Perifer
Pada kasus Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), dokter biasanya akan melakukan manuver reposisi kanalit, seperti manuver Epley, untuk mengembalikan posisi kristal di telinga bagian dalam. Jika vertigo disebabkan oleh infeksi atau peradangan, dokter dapat meresepkan obat sesuai penyebabnya, seperti antibiotik atau kortikosteroid.
2. Mengatasi Vertigo Sentral
Untuk memastikan penyebab tersebut, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti CT scan atau MRI otak. Jika vertigo disebabkan oleh migrain, dokter dapat memberikan obat-obatan serta menyarankan pengelolaan stres.
Apabila dipicu oleh transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan, terapi trombolitik mungkin diperlukan untuk membantu melarutkan sumbatan pada pembuluh darah. Sementara itu, jika vertigo terjadi akibat multiple sclerosis, dokter dapat memberikan terapi kortikosteroid melalui infus.
Secara umum, belum ada pengobatan rumahan yang terbukti efektif untuk mengatasi vertigo sentral. Jika Anda mengalami vertigo yang semakin sering kambuh dan berlangsung lama, segera periksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.





















