Tantangan penanganan penyakit saluran cerna dan hati di Indonesia dinilai semakin kompleks. Peningkatan kasus Metabolic Dysfunction-Associated Fatty Liver Disease (MAFLD), tingginya beban kanker kolorektal, hingga target eliminasi hepatitis menjadi pekerjaan yang membutuhkan lebih banyak tenaga ahli dengan kompetensi yang terus diperbarui.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam dalam Kongres Nasional (KONAS) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) PB PGI yang digelar di Yogyakarta. Dikutip pada Minggu, 26 Juli 2026, penguatan sumber daya manusia kesehatan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan tersebut.
“Kongres ini adalah wadah untuk memperbarui kompetensi para dokter melalui simposium, forum ilmiah organisasi, dan inaugurasi konsultan gastroenterohepatologi baru,”
ujar Ari.
Dia berharap Indonesia memiliki lebih banyak tenaga ahli yang kompeten di bidang ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat.






