Berdasarkan data situasi HIV Kabupaten Sidoarjo, sejak tahun 2001 hingga Juni 2026 telah ditemukan 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0-24 tahun.

Dikutip pada Minggu, 26 Juli 2026, berikut datanya:

Indikator / Kelompok Usia0–10 Tahun11–17 Tahun18–24 TahunTotal
Total Temuan Kasus117601.0061.183
Mode Penularan:
Penularan Vertikal (Ibu ke Anak)11741122
Penularan Horizontal0561.0051.061
Status Layanan / Kondisi Terkini:
Masih Pengobatan (ARV)3234572638
Meninggal Dunia357123165
Lost to Follow-Up (LFU)5019311380

Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan dari tahun ke tahun berlangsung seiring dengan semakin luasnya cakupan layanan tes HIV di fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun layanan berbasis komunitas.

Berikut rincian populasi kunci/faktor risiko kasus horizontal (Kelompok Usia 18–24 Tahun)

Kelompok Sasaran / Faktor RisikoJumlah Kasus
Laki-laki yang Berhubungan Seksual dengan Laki-laki (LSL)521
Belum Teridentifikasi Faktor Risikonya210
Ibu Hamil60
Pasien Tuberkulosis (TB)44
Pasangan Berisiko Tinggi41
Pasangan ODHIV39
Pekerja Seks Perempuan (PSP)32
Pelanggan Pekerja Seks24
Waria11
Pasien Infeksi Menular Seksual (IMS)9
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)8
Calon Pengantin4
Pengguna Napza Suntik (Penasun)1
Total Penularan Horizontal (Usia 18–24)1.005

Melihat tingginya kasus HIV di Sidoarjo, tentu penting untuk mengetahui penyakit tersebut. Lantas apa sih HIV itu? Berikut rangkumannya.

Apa itu HIV?

Dilansir dari laman Kemenkes, Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan  mengganggu kemampuannya untuk melawan infeksi dan penyakit.

Jika tidak diobati, HIV dapat berkembang menjadi AIDS, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh sangat lemah sehingga tubuh menjadi rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit serius.

Gejala HIV

Banyak masyarakat yang belum mengetahui tanda-tanda awal infeksi HIV. Beberapa tanda gejala HIV yang umum muncul pada tahap awal adalah:

  • Sariawan;
  • Sakit kepala;
  • Kelelahan;
  • Radang tenggorokan;
  • Hilang nafsu makan;
  • Nyeri otot;
  • Ruam;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening;
  • Berkeringat di malam hari.

Penularan

HIV bisa ditularkan melalui beberapa cara, antara lain: 

  • Hubungan seksual dengan penderita HIV;
  • Penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian;
  • Transfusi darah yang terkontaminasi HIV;
  • Kehamilan, persalinan, atau menyusui, pada ibu positif HIV yang menularkan kepada bayi.

Faktor Risiko HIV

Beberapa perilaku atau kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang tertular penyakit menular seksual ini adalah:

  • Memiliki pasangan seks lebih dari satu;
  • Berhubungan intim, baik melalui vagina, anus, atau mulut, tanpa mengenakan kondom;
  • Menderita penyakit menular seksual lainnya, seperti sifilis , klamidia, atau gonore;
  • Berbagi jarum suntik pada penggunaan obat-obatan terlarang; 
  • Menerima transfusi darah atau transplantasi organ dari pendonor yang terinfeksi HIV;
  • Menjalani prosedur medis dengan alat yang tidak steril;
  • Bekerja sebagai tenaga kesehatan, yang melibatkan kontak langsung dengan cairan tubuh manusia.

Pengobatan

Seseorang positif HIV akan menjalani pengobatan dengan diberikan antiretroviral (ARV). Kelompok obat ini tidak menghilangkan virus, namun dapat menekan perkembangan HIV sehingga sistem imun tetap terjaga. 

Pengobatan harus segera dimulai setelah pasien dinyatakan positif HIV dan obat perlu diminum secara teratur seumur hidup. Orang dengan HIV juga memerlukan pemeriksaan rutin agar dokter dapat menjaga kondisi tubuhnya dan efektivitas terapi.