Masyarakat diajak untuk lebih peka terhadap berbagai sinyal yang diberikan tubuh melalui penyelenggaraan Health in Motion 2026: Healthcare, Wellness & Travel Fair yang berlangsung di Main Atrium Living World Pekanbaru pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Pameran kesehatan yang digelar untuk kedua kalinya ini menghadirkan berbagai institusi layanan kesehatan, rumah sakit, serta penyedia layanan kebugaran sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk memperoleh informasi kesehatan secara langsung dari tenaga profesional.
Pembukaan acara dihadiri Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama sejumlah pimpinan institusi kesehatan, mitra industri, dan tamu undangan. Lebih dari 10 institusi dan pelaku industri kesehatan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Penyelenggara Health in Motion, Ivon Thomas dari Stomp & Stride The Marketing Agency, mengatakan masih banyak masyarakat yang menganggap rasa tidak nyaman pada tubuh sebagai hal biasa sehingga terlambat mencari pertolongan medis.
Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan rasa tidak nyaman yang muncul pada tubuh. Keluhan kesehatan sebaiknya dicari penyebabnya sejak dini sehingga dapat memperoleh penanganan yang tepat,”
ujar Ivon.
Selain menghadirkan pameran kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ruang konsultasi bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai layanan kesehatan, termasuk pilihan perawatan medis di dalam maupun luar negeri.
Salah satu peserta yang hadir adalah RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta. Rumah sakit tersebut mengisi sesi edukasi bertajuk “Olahraga vs Penyakit Jantung: Apakah Cukup Tanpa Obat?” yang membahas pencegahan penyakit jantung, pentingnya deteksi dini, hingga pengelolaan kesehatan jantung secara berkelanjutan.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan RSJPD Harapan Kita, Dr. drg. Maya Marinda Montain, M.Kes., mengatakan partisipasi rumah sakit dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas edukasi kesehatan jantung kepada masyarakat.
Melalui sesi edukasi bersama dr. Dwita Rian Desandri, Sp.JP(K), Subsp. P.R.Kv(K), M.Sc., kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penanganan dini serta penerapan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung,”
katanya.
Selain rumah sakit dari Indonesia, sejumlah institusi kesehatan dari Malaysia juga berpartisipasi dalam pameran tersebut. Mereka memberikan informasi mengenai layanan kesehatan dan berbagai prosedur yang dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan perawatan di luar negeri.
Selama empat hari penyelenggaraan, pengunjung juga dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi dengan tenaga medis, diskusi kesehatan, serta berbagai kegiatan edukatif dan aktivitas kebugaran yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Melalui penyelenggaraan Health in Motion 2026, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali gejala sejak dini, memperoleh informasi kesehatan yang benar, dan mengambil langkah penanganan yang tepat sebelum kondisi penyakit berkembang lebih serius.






















