Malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional. Menurut data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga Juli 2026, Indonesia mencatat 346.866 kasus malaria, sementara secara global pada 2024 tercatat 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, mengatakan sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1 persen dari target kabupaten/kota tahun 2026 telah mencapai status eliminasi malaria.
Capaian eliminasi terus menunjukkan kemajuan dengan 414 kabupaten/kota telah berhasil mencapai eliminasi malaria,”
kata Andi dalam keterangannya dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.
Lantas apa sih penyakit malaria itu? Malaria merupakan penyakit yang cukup mematikan di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, yang beredar pada petang sampai pagi hari.
Parasit ini akan menetap di organ hati, berkembang biak, kemudian menyerang sel-sel darah merah.
Penyebab Malaria
Dilansir dari laman Kemenkes, malaria tidak ditularkan melalui kontak langsung dari orang ke orang, melainkan gigitan nyamuk. Namun, malaria bisa juga ditularkan dengan cara lain, seperti:
- Dari ibu kepada bayi dalam kandungannya
- Jarum suntik
- Transfusi darah
- Transplantasi organ
Terdapat empat jenis parasit Plasmodium yang dapat menyebabkan infeksi malaria pada manusia, yaitu:
Plasmodium vivax Penyebab malaria tertiana ringan yang terjadi setiap 3 hari. Jenis malaria ini adalah yang paling umum dan banyak terjadi.
Meski bergejala ringan, seperti demam dan menggigil, diare dan merasa lelah, penyakit malaria tertiana bisa melemahkan kekebalan tubuh.
Plasmodium falciparum Penyebab malaria tropika yang banyak ditemukan di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.
Jika tidak ditangani dengan baik, malaria tropika dapat menimbulkan gangguan pada otak dan sistem saraf, serta kelumpuhan dan kejang. Plasmodium falciparum menempati urutan pertama penyebab kematian akibat malaria.
Plasmodium malariae Penyebab malaria quartana yang jarang terjadi. Gejala yang timbul berselang empat hari sekali, seperti demam dan menggigil.
Plasmodium ovale Penyakit malaria yang jarang terjadi, dan banyak ditemukan di negara-negara Afrika, Ghana, Nigeria, dan Liberia.
Gejalanya mirip seperti malaria quartana, yaitu demam dan menggigil, nyeri sendi, dan diare. Parasitnya bisa menetap di organ hati hingga 4 tahun, sehingga penyakit ini bisa kambuh kembali.
Faktor Risiko Malaria
Malaria dapat terjadi pada siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi malaria, antara lain:
- Usia: Anak berusia di bawah lima tahun, orang tua, dan wanita hamil.
- Tempat tinggal: Orang-orang yang tinggal di wilayah tropis dan subtropis.
- Minim fasilitas kesehatan: Akses dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang terbatas di suatu wilayah.
Gejala Malaria
Ada beberapa gejala malaria yang perlu diwaspadai. Gejala-gejala ini bisa muncul beberapa minggu setelah tergigit nyamuk dan terinfeksi parasit Plasmodium, seperti:
- Demam
- Menggigil (panas dingin)
- Sakit kepala
- Berkeringat
- Lesu dan letih
- Mual dan sakit perut
- Muntah
- Diare
- Nyeri otot
- Hilang selera makan
- Napas cepat
- Detak jantung meningkat
Pencegahan Malaria
Penularan infeksi malaria bisa dicegah dengan beberapa cara, antara lain:
- Cukup tidur
- Aktivitas fisik
- Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola makan sehat dan bergizi
- Cukup minum air putih
- Tidak merokok
- Hindari minuman beralkohol
- Memasang kawat/kasa di jendela dan ventilasi rumah
- Menyemprot ruangan dengan obat anti-nyamuk
- Tidur memakai kelambu atau oleskan krim anti-nyamuk
- Memakai pakaian tertutup
- Menjaga kebersihan lingkungan
- Tidak membiarkan air tergenang di sekitar rumah
- Menutup penampungan air jika sedang tidak digunakan
- Tidak menggantung pakaian atau kain bekas pakai di dekat tempat tidur
Pengobatan Malaria
Penyakit malaria bisa disembuhkan dengan penggunaan obat-obatan. Lama pengobatannya tergantung dari kapan dan lokasi seseorang terinfeksi, usia, serta kondisi pasien (sedang hamil, komplikasi penyakit lainnya).
Namun, secara umum penyakit malaria bisa disembuhkan dalam dua minggu dengan pengobatan yang tepat.



















