Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 19 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Diabetes Mengintai 20 Juta Orang di Indonesia, Tantangan Besar Justru Setelah Diagnosis
Kesehatan

Diabetes Mengintai 20 Juta Orang di Indonesia, Tantangan Besar Justru Setelah Diagnosis

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Agustus 5, 2026 6:22 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 minggu lalu
Share
Ilustrasi cek darah
Ilustrasi cek darah (Foto: unsplash.com)
SHARE

Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang serius di Indonesia. Persoalannya bukan hanya jumlah penyandang diabetes yang terus tinggi, tetapi bagaimana memastikan pasien tetap mendapatkan pendampingan dan menjalani pengobatan secara konsisten setelah didiagnosis.

Daftar isi Konten
  • Edukasi Jadi Kunci
  • Pasien Saat Komplikasi
  • Keluarga dan Komunitas

International Diabetes Federation (IDF) mencatat Indonesia berada di peringkat kelima dunia dengan jumlah penyandang diabetes mencapai lebih dari 20 juta orang.

Sementara itu, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi diabetes mencapai 11,7 persen pada penduduk berusia 15 tahun ke atas.

Di sisi lain, kepatuhan menjalani pengobatan dan melakukan pemeriksaan ulang masih rendah, terutama pada kelompok usia produktif.

Baca juga:
Sindir Kebijakan Nir-Etika: Kabinet Bayangan Minta Menkes Dijabat Ahli Kesehatan Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Hindayana mendorong agar kepemimpinan sektor kesehatan, termasuk…
Kasus Diagnosis Usus Buntu Jadi Sorotan, Ini Gambaran Medical Tourism… Perbedaan hasil diagnosis penyakit usus buntu yang dialami selebgram Fahira Almira saat…
Saat Uang Rokok Menggeser Telur dan Ikan, Risiko Stunting Anak… Kebiasaan merokok di dalam rumah tangga tidak hanya berdampak pada kesehatan perokok…
  • Sindir Kebijakan Nir-Etika: Kabinet Bayangan Minta Menkes Dijabat Ahli Kesehatan
  • Kasus Diagnosis Usus Buntu Jadi Sorotan, Ini Gambaran Medical Tourism di Penang
  • Saat Uang Rokok Menggeser Telur dan Ikan, Risiko Stunting Anak Bisa Meningkat

Data tersebut menunjukkan bahwa tantangan diabetes di Indonesia tidak berhenti pada upaya menemukan kasus baru.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pasien tetap mendapatkan perawatan dan pendampingan dalam jangka panjang.

Pharma Director PT Kalbe Farma Tbk, dr. Selvinna, M.Biomed, mengatakan diabetes bukan penyakit yang dapat dikelola dengan terapi sesaat.

Penyandang diabetes membutuhkan pendampingan sejak memahami faktor risiko, menjalani deteksi dini, memulai terapi, hingga mengelola penyakit dalam jangka panjang.

Kami percaya, tidak ada penyandang diabetes yang seharusnya menjalani perjalanan penyakitnya sendirian. Pada saat yang sama, keberhasilan pengelolaan diabetes juga memerlukan kepatuhan pasien dalam menjalankan tata laksana medis sesuai anjuran tenaga kesehatan,”

ujar dr. Selvinna dalam Media Discussion bertajuk “End-to-End Diabetes Ecosystem Support: Dari Pencegahan hingga Manajemen Jangka Panjang”, di Jakarta, Rabu 05 Agustus 2026.

Edukasi Jadi Kunci

Ketua Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia (PEDI), dr. Ida Ayu Made Kshanti, Sp.PD-KEMD, mengatakan edukasi menjadi salah satu dasar penting dalam pengelolaan diabetes secara berkelanjutan.

Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai diabetes dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko, melakukan deteksi dini, dan menentukan langkah kesehatan yang tepat.

Edukasi juga dapat membantu pasien lebih patuh menjalani pengobatan dan perawatan yang telah diberikan tenaga kesehatan.

Mengenal Istilah Penting Diabetes: Dari Glukosa hingga Resistensi Insulin

Karena itu, edukasi perlu menjadi bagian dari pendampingan pasien sejak awal hingga pengelolaan diabetes dalam jangka panjang.

Keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya ditentukan oleh obat atau teknologi kesehatan. Pasien juga perlu memahami penyakitnya agar mampu menjalankan tata laksana medis secara konsisten. Edukasi yang berkelanjutan membantu pasien membangun kepatuhan terapi sekaligus mencegah terjadinya komplikasi,”

tutur dr. Ida Ayu.

Menurut dr. Ida Ayu, pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support memungkinkan edukasi diberikan di berbagai tahap perjalanan pasien.

Dengan begitu, pasien tidak hanya mendapatkan terapi, tetapi juga pendampingan agar dapat mengelola penyakitnya dengan lebih baik.

Pasien Saat Komplikasi

Ketua Cabang PERSADIA Jakarta Barat, dr. Marshell Tendean, Sp.PD, Subsp. EMD, FINASIM, mengatakan tantangan pengelolaan diabetes juga terlihat dalam praktik sehari-hari.

Menurutnya, persoalan kerap muncul setelah seseorang mendapatkan diagnosis diabetes. Sebagian pasien kesulitan mempertahankan kepatuhan terhadap terapi dan perubahan gaya hidup dalam jangka panjang. Jika tidak ditangani dengan pendampingan yang berkelanjutan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi.

“Dalam praktik sehari-hari, kami melihat banyak pasien datang ketika komplikasi sudah mulai muncul. Kondisi tersebut sering terjadi karena diabetes terlambat terdeteksi atau terapi tidak dijalankan secara konsisten,” jelas dr. Marshell.

Ia menegaskan kepatuhan menjalankan tata laksana medis menjadi salah satu kunci untuk membantu mengendalikan kadar gula darah dan menurunkan risiko komplikasi.

Pendekatan End-to-End Diabetes Ecosystem Support membantu memastikan pasien memperoleh pendampingan sejak deteksi dini hingga pengelolaan jangka panjang. Dengan demikian, setiap penyandang diabetes memiliki kesempatan lebih besar untuk mempertahankan kualitas hidupnya,”

lanjutnya.

Keluarga dan Komunitas

Tantangan menjalani diabetes dalam jangka panjang juga dirasakan perwakilan Komunitas Pandu Diabetes, Epie Suryono.

Menurut Epie, menjadi penyandang diabetes bukan hanya soal rutin mengonsumsi obat. Pasien juga perlu menjaga kedisiplinan menjalankan tata laksana medis setiap hari.

Dukungan keluarga, komunitas, dan tenaga kesehatan dinilai membantu pasien tetap termotivasi menjalani terapi. Karena itu, pendampingan pasien tidak hanya membutuhkan layanan medis, tetapi juga dukungan sosial.

Sebagai penyandang diabetes, saya belajar bahwa menjalani terapi merupakan komitmen seumur hidup. Dukungan dari keluarga, komunitas, dan tenaga kesehatan membuat saya lebih percaya diri mematuhi tata laksana medis yang telah dianjurkan,”

ujarnya.

Ia juga menilai informasi kesehatan yang benar penting bagi penyandang diabetes agar dapat mengambil keputusan yang tepat terkait kondisi mereka.

Oleh karena itu, saya berharap semakin banyak penyandang diabetes memperoleh pendampingan yang menyeluruh pada setiap tahap perjalanan penyakitnya. Tidak ada penyandang diabetes yang seharusnya menghadapi perjalanan ini sendirian,”

tutup Epie.
Tag:diabetesdiagnosisKesehatan MasyarakatPenyakit Tidak Menular
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Roberto Carlos Dikabarkan Mualaf Usai Bertemu Tokoh Islam Brasil, Ucap Syahadat 4 Pekan Lalu
By Hadi Febriansyah
Mantan bintang Timnas Brasil dan Real Madrid Roberto Carlos.
1
Mulai Oktober, Bayar Pakai QRIS di Bawah Rp100 Ribu Tak Kena MDR, Ini Aturannya
By Ani Ratnasari
Penumpang memindai kode QR untuk membayar tiket bus Trans Jateng di Semarang, Jawa Tengah
2
DPR dan Pemerintah Finalisasi Nasib Guru PPPK, Ada Jalan Baru Menuju Status PNS
By Rika Pangesti
Ilustrasi Gedung DPR
3
Praperadilan Eks Jampidsus: Polri Buka Suara atas Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah
By Rahmat Baihaqi
Polri memberikan jawaban atas gugatan praperadilan kubu eks Jampidsus Febrie di PN Jakarta Selatan, 19 Agustus 2026.
4
Praperadilan Febrie Memanas! Polri Singgung Dalil Eks Jampidsus yang Dinilai ‘Salah Kamar’
By Rahmat Baihaqi
Sidang praperadilan yang diajukan Febrie Adriansyah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
5

BERITA LAINNYA

Kesehatan

Kemenkes Kejar Pemulihan RS Terdampak Gempa NTT dalam Sepekan, Antisipasi Lonjakan Pasien

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) yang…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Kesehatan

RI Beli Alkes Pakai Pinjaman Bank Dunia, Menkes Klaim Hemat Rp10,25 Triliun

Pemerintah Indonesia menggunakan dana pinjaman Bank Dunia untuk pengadaan alat kesehatan pada…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
5 hari lalu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Kesehatan

RI Bangun 514 Laboratorium Kesehatan, ‘Radar’ Baru Lawan Virus dan Bakteri

Pemerintah akan membangun dan merenovasi 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di seluruh…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
5 hari lalu
Ilustrasi alat kesehatan
Kesehatan

Kasus Diagnosis Usus Buntu Jadi Sorotan, Ini Gambaran Medical Tourism di Penang

Perbedaan hasil diagnosis penyakit usus buntu yang dialami selebgram Fahira Almira saat…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
5 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up