Rasa kenyang setelah makan terkadang datang bersama rasa kantuk. Baru saja selesai menyantap makanan, mata mulai terasa berat, tubuh terasa lebih rileks, dan konsentrasi pun ikut menurun.
Kondisi seperti ini cukup umum dialami, terutama setelah makan dalam porsi besar.
Fenomena tersebut dikenal dengan istilah food coma. Meski namanya terdengar seperti kondisi serius, food coma sebenarnya merupakan istilah populer untuk menggambarkan rasa mengantuk dan lemas yang muncul setelah makan.
Dilansir dari laman Medically Reviewed (11 September 2025), berikut penjelasan bagaimana fenomena food coma bisa terjadi dalam tubuh manusia setelah makan.
Istilah Food Coma
Food coma merupakan peningkatan rasa kantuk dan tubuh terasa lebih lamban untuk sementara waktu setelah makan. Rasa kantuk biasanya mulai terasa sekitar 30 menit hingga dua jam setelah makan dan dapat bertahan hingga tiga atau empat jam.
Istilah medisnya, postprandial somnolence, berasal dari tiga kata. “Post” berarti setelah, “prandial” berkaitan dengan makan, sedangkan “somnolence” berarti rasa mengantuk. Efek ini cenderung lebih kuat setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak atau tinggi energi.
Faktor Penyebab
Sinyal dari saluran pencernaan, perubahan zat yang beredar dalam darah seperti glukosa dan asam amino, serta perubahan pada jalur pengatur kewaspadaan di otak dapat berperan dalam munculnya rasa kantuk setelah makan.
Selain itu, waktu makan juga bisa berpengaruh. Tubuh secara alami mengalami penurunan kewaspadaan pada awal hingga pertengahan sore.
Jika waktu tersebut berdekatan dengan jam makan siang, rasa kantuk setelah makan bisa terasa semakin kuat. Kualitas tidur pada malam sebelumnya juga dapat memengaruhi kondisi ini.
Pengaruh dari Porsi Makan
Porsi makanan juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Food coma cenderung lebih kuat setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dan tinggi energi.
Kemudian pola makan juga dapat berpengaruh terhadap rasa kantuk. Pola makan yang banyak mengandung lemak jenuh, gula atau biji-bijian olahan, serta daging olahan dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih buruk dan rasa kantuk pada siang hari yang lebih tinggi.
Cara Mengurangi
Rasa kantuk setelah makan umumnya tidak membutuhkan pengobatan khusus dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi rasa lelah setelah makan:
- Atur porsi makan. Hindari makan dalam jumlah sangat banyak sekaligus. Pilih porsi yang lebih kecil tetapi tetap seimbang.
- Perbanyak protein dan serat. Sertakan makanan yang mengandung protein dan serat, serta pilih sumber karbohidrat dengan indeks glikemik lebih rendah.
- Berjalan kaki setelah makan. Jalan santai selama sekitar 10–30 menit setelah makan dapat membantu mengurangi rasa kantuk.
- Tidur singkat jika memungkinkan. Jika rasa kantuk sulit ditahan, tidur singkat sekitar 20 menit dapat menjadi pilihan.
- Cukupi waktu tidur malam. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Kurang tidur dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan mengantuk pada siang hari.
Perlu Waspada
Sesekali merasa mengantuk setelah makan merupakan hal yang umum dan biasanya tidak menimbulkan masalah kesehatan serius. Namun, rasa kantuk yang sangat sering atau berlebihan perlu diperhatikan, terutama jika sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Yang perlu diingat, food coma saja tidak otomatis menjadi tanda diabetes. Rasa mengantuk sesekali setelah makan merupakan hal yang umum.
Namun, jika kondisi tersebut sering terjadi dan disertai gejala lain, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Satu hal yang juga tidak boleh disepelekan adalah rasa kantuk saat harus berkendara. Jika mengantuk setelah makan, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk mengemudi atau mengoperasikan mesin karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan.





















